News

Borok Al Zaytun dan Panji Gumilang Dibongkar Gus Dur Sejak Dulu: Bukan Hanya Isu Sesat, Zaytun Alat Iblis…

Oleh: Sulistiyaningsih Kamis 27 Jul 2023, 15:20 WIB
Abdurrahman Wahid atau Gus Dur

AYOJAKARTA.COM – Sudah sejak lama Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur telah membongkar borok Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang.

Jauh sebelum menjadi sorotan media, almarhum Gus Dur pernah memprediksi tentang masa depan Al Zaytun melalui sebuah wawancara dengan tim reporter NII Crisis Center (NCC).

Yakni pada Mei 2011 lalu yang pada saat itu didampingi oleh anaknya Yeni Wahid dan sekretaris pribadinya Sulaiman.

Baca Juga: Digugat Rp 1 T, Anwar Abbas Siap Gugat Balik Jika Panji Gumilang Tak Minta Maaf

Transkrip wawancara 12 tahun silam kembali menyebar dan salah satunya diunggah kembali oleh laman NII Crisis Center pada 24 Juni 2023 lalu.

Dalam wawancara Gus Dur menyebut bahwa Al Zaytun hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri, ia pun menganggap bahwa ponpes ini tidak akan bertahan lama.

“Zaytun itu hanya membangun propaganda kebaikan dan kesuksesannya sendiri. Yang begini tak akan lama, saya pikir tahun ini akan jadi tahun terakhir buat Zaytun. Rakyat kita cerdas-cerdas kok, sudah gak bisa lagi dibohongi Abu Toto,” ujar Gus Dur dalam wawancara bersama NII Crisis Center yang dikutip AyoJakarta.com pada Kamis (27/7/2023).

“Kalau ada yang masih bisa dibohongi, jumlahnya makin sedikit kok. Orang sudah makin faham Zaytun itu bullshit. Buktikan saja omongan saja, mahasiswa-mahasiswa itu akan balas dendam,” lanjutnya.

Baca Juga: Al Zaytun Tarik Banyak Dana Infaq tapi Tak Pernah Disalurkan? Warga Indramayu Menggugat

Presiden ke-4 RI ini menganggap bahwa Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang sangat jahat dengan berbagai praktik-praktik yang toleran di dalamnya.

“Anda ini punya hati gak? PKI, Hitler, Zionis Yahudi sekalipun yang dibilang masyarakat itu jahat, mereka sangat sayang dan membela anak buahnya. Tapi kalian bisa lihat sendiri itu di Zaytun, orang dibuat kerja rodi kaya Romusha,” ucap Gus Dur.

“Tenaganya diperas, istri dan anaknya dipisahkan. Gak digaji sepantasnya. Jangankan berharap UMR dan ada Jamsostek. Inikan trafficking (penjualan manusia atas nama Islam NII). Apa itu gak jahat?” lanjutnya.

Gus Dur menyebut bahwa dirinya telah berusaha untuk menghancurkan Ponpes Al Zaytun, bahkan ia telah mengutus orang untuk menggugat dan membongkar borok dari ponpes pimpinan Panji Gumilang.

Baca Juga: Kata Aktivis Pro Yahudi Usai Hadir di Al Zaytun Pada Peringatan 1 Muharam: Mereka Senang yang Berbau Yahudi

“Anda gak tahu? Apa saya harus teriak-teriak hancurkan Zaytun, fatwakan NII sesat. Dulu yang kasih anak-anak itu temuan MUI. Saya diberitahu Kyai Sahal Mahfudz. Yah dibongkar lah sama anak-anak itu,” ungkapnya kembali.

“Saya yang perintahkan Chaidar dkk untuk maju gugat. Saya memang diminta oleh para Kyai itu untuk bicara soal Zaytun. Saya bilang nanti tunggu saja tanggal mainnya. Abu Toto itu tahu kok kalau ia sekarang tinggal menghitung hari,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gus Dur bahkan menyebut bahwa Al Zaytun tidak hanya sesat tetapi merupakan musuh kemanusiaan yang bisa menghancurkan masa depan anak bangsa.

Baca Juga: Duet Anies Baswedan - Yenny Wahid Semakin Santer, NasDem: Wanita Cerdas Pewaris Sikap Plural Gus Dur

“Zaytun itu bukan sekedar isu sesat, Zaytun itu musuh kemanusiaan, musuh bersama kita semua. Ia bagai mesin penghancur masa depan anak bangsa, Zaytun itu alat iblis untuk merusak tatanan masyarakat,” ungkap Presiden ke-4 RI.

“Bayangkan saja anak-anak, mahasiswa itu disuruh nipu orang tuanya sendiri katanya teknis, tenis mbahmu, nipu ya nuoy, Kalau ada orang masih percaya gombalannya Zaytun orang tersebut pasti munafik,” lanjutnya.

Gus Dur menuturkan bahwa untuk membongkar kasus Ponpes Al Zaytun yang dipimpin oleh Panji Gumilang ini, Presiden RI ke-4 menyebut orang-orang di belakang ponpes ini akan menggali kuburannya sendiri.

“Intinya sekarang ini seluruh jajaran Zaytun sedang panic dan super sibuk bagaimana menyelamatkan diri. Ini harus kita lawan bersama, apa artinya saya sendirian,” tandasnya.***

Reporter Sulistiyaningsih
Editor Hengky Sulaksono