AYOJAKARTA.COM - Faizal Assegaf, seorang kritikus mengungkapkan beberapa hal terkait bakal capres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan.
Ia mengatakan bahwa ada satu-satunya musuh terberat yang harus dilawan Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Musuh ini bukanlah lawan kandidat bakal capres lainnya seperti Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto, melainkan praktik curang dari kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Profil Pahala Mansury Eks Wamen BUMN yang Kini Dilantik Jadi Wamenlu Ternyata Bukan Orang Sembarang!
Hal tersebut disampaikan dalam cuitannya di Twitter pada 15 Juli 2023.
“Pilpres 2024 Anies vs Jokowi, Bukan Ganjar atau Prabowo…!” cuit Faizal Assegaf dikutip AyoJakarta.com dari Twitter @faizalassegaf, Selasa (18/7/2023).
Dalam kritik yang disampaikan ini, Faizal Assegaf menyebut adanya cawe-cawe Presiden Jokowi yang semakin jelas terlihat.
“Intinya, makin kuatnya solidaritas mendukung Anies, bukan untuk berhadapan dengan Prabowo atau Ganjar. Tapi Pilpres kali ini menjadi area pertarungan rakyat bersama Anies melawan praktek curang kekuasaan Jokowi,” ungkapnya.
Baca Juga: Blak-blakan Pihak TNI Akui Keliru soal Adanya Pemasangan Baliho Ganjar Pranowo di Area Kodim
Kritikus ini juga menyebut bahwa Pilpres 2024 mendatang akan semakin memanas, terlebih jika Jokowi semakin jauh melakukan cawe-cawe politik yang berpotensi menyulut gerakan people power.
“Kalau rakyat sudah bersikap demikian, maka Pilpres bakal menjadi mendidih. Terlebih bila Jokowi makin terlibat jauh mengintervensi kedaulatan politik rakyat. Tentu berpotensi menyulut gerakan people power!” tandasnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo secara terbuka telah mengungkapkan niatnya untuk ikut cawe-cawe dalam Pemilu 2024 mendatang.
Jokowi menegaskan bahwa sikap cawe-cawe yang dilakukannya tak lain untuk kepentingan bangsa dan negara.
Baca Juga: Baliho Gambar Dirinya Dicopot TNI, Begini Tanggapan dan Pesan Ganjar Pranowo
Hal tersebut disampaikan pada saat bertemu pimpinan media massa dan pegiat media sosial di Istana Kepresidenan pada Senin (29/5/2023) malam.
Presiden Jokowi mengklaim sikap cawe-cawe atau ikut campur ini dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan dsari capres cawapres.
“Saya akan cawe-cawe dalam Pemilu 2024 demi kepentingan negara,” ujarnya.
Dirinya juga menjamin bahwa cawe-cawe yang akan dilakukan tidak akan menggunakan kekuatan TNI maupun Polri.
Baca Juga: Waduh, Ganjar Pranowo Izin Bolos jadi Gubernur untuk Hadiri Kegiatan Relawan
Sekretaris Kabinet, Pramono Anung menjelaskan soal cawe-cawe Presiden Jokowi.
Menurutnya, cawe-cawe presiden bukan untuk mengatur siapa yang menang dalam kontestasi politik mendatang.
Melainkan Jokowi hanya ingin memastikan bahwa keberlanjutan dari program-program di masa kepemimpinannya.***