AYOJAKARTA.COM - Informasi seputaran pemilihan presiden (Pilpres) yang akan digelar pada 2024 mendatang kembali membawa kabar terbaru.
Kabar terbaru berasal dari partai yang mengusung capres Anies Baswedan di Pilpres 2024 yaitu Partai NasDem.
Diinformasikan, Partai NasDem bersama dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan menggelar pertemuan darurat.
Baca Juga: Hadiri Acara Apel Perubahan Partai Nasdem, Anies Baswedan: Kuatkan Tekad Gerakan Perubahan
Dilansir dari laman Suara.com pada Minggu (16/7/23), pertemuan tersebut rencananya dilaksanakan hari ini Senin, 17 Juli 2023.
Lantas apakah sebenarnya tujuan partai NasDem mengadakan pertemuan darurat dengan Koalisi Perubahan tersebut?
Rupanya pertemuan darurat tersebut diadakan guna membahas elektabilitas Anies Baswedan yang terus menurun sebagai bakal capres.
Baca Juga: Dengan Suara Bergetar, Anies Baswedan Berdoa Agar Masyarakat Indonesia Bisa Punya Rumah
Sebagai informasi, hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) memberikan hasil jika Anies Baswedan berada di posisi ketiga yang artinya kalah dari Ganjar dan Prabowo.
Kemudian per bulan Juli 2023 ini, hasil dari survei LSI menunjukkan jika elektabilitas Anies di angka 21,4 persen.
Di mana hasil tersebut artinya elektabilitas Anies Baswedan turun dari bulan April dengan perolehan suara 25,3 persen.
Baca Juga: Anies Baswedan Berdoa Agar Masyarakat Indonesia Dapat Lunasi Utang dari Pinjol dan Rentenir
Untuk peringkat kedua sendiri ditempati oleh Ganjar dengan perolehan suara sebesar 32,3 persen.
Lalu di posisi pertama ada Prabowo Subianto dengan perolehan suara sebesar 35,8 persen.
Ahmad Ali selaku Wakil Ketua Umum Partai NasDem juga menuturkan jika ia akan mengundang seluruh koalisi untuk menyusun konsolidasi bagi Anies.
Baca Juga: Surya Paloh Ungkap Alasan Mengapa Mendeklarasikan Anies Baswedan Jadi Capres
“Saya akan undang seluruh partai koalisi untuk menyusun jadwal konsolidasi di tiap-tiap daerah bersama Anies,” terang Ahmad Ali.
“Turunnya survei Anies ini menjadi pertanyaan besar yang harus dijawab oleh koalisi. Bukan justru kita mendorong mengumumkan cawapresnya, bisa jadi blunder,” imbuhnya.
Ahmad Ali juga menyebut jika di situasi politik yang seperti saat ini, mengumumkan bakal cawapres bagi Anies sama saja bunuh diri.
“Karena dalam perspektif apapun, menurut saya politik itu momentum. Sekarang kami belum tahu siapa lawan kami, kami umumkan wakil ya sama aja menyerahkan leher kami digorok-gorok,” lanjutnya.***