AYOJAKARTA.COM -- Calon Presiden koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan menilai belum terjadi pemerataan berkeadilan di kota-kota besar Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Anies Baswedan ketika menghadiri acara Rakernas XVI Apeksi di kota Makassar beberapa hari lalu.
Di hadapan peserta Rakernas, Anies Baswedan mengkritik kurangnya distribusi energi listrik di Indonesia.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Orang yang High Value, Punya Kualitas Pribadi Bagus dan Penuh Pesona Karismatik
“Ini nggak pakai statistik, listrik yang menyala di malam hari, di situ terlihat ketimpangan yang luar biasa,” ujar Anies.
Adanya ketimpangan energi listrik tersebut, menurut Anies dapat dengan mudah diketahui dari perbedaan warna Indonesia pada saat malam hari.
Kurangnya pemerataan energi listrik yang terjadi di Indonesia, Anies menambahkan berbanding jauh dari negara tetangga.
“India itu kompleks, penduduknya lebih banyak dari kita, tapi lihat ketika di malam hari, terdapat distribusi yang relatif merata,” imbuh Anies.
Baca Juga: 6 Tanda Orang Cerdas Bisa Dilihat dari Bentuk Wajah, Apakah Kamu Salah Satunya?
Karena itu Anies mengajak dan menawarkan suatu visi kepada seluruh peserta Rakernas untuk melakukan perubahan.
“Jadi visi yang kita ingin tawarkan kedepan, kita ingin di malam hari seluruh kota di Republik Indonesia terlihat menyala terang dari udara,” ungkap Anies.
Dengan adanya pemerataan distribusi energi, Anies meyakini akan berdampak pada rotasi ekonomi bagi masyarakat setempat.
Selain mengkritisi mengenai pemerataan energi, dalam kesempatan tersebut Anies juga menyoal pentingnya pencegahan dari dampak urbanisasi.
Baca Juga: Mau Punya Plat Nomor Unik? Ini Jumlah Biaya yang Dibutuhkan
Adanya prediksi yang menyebut bahwa di masa mendatang masyarakat akan lebih memilih tinggal di perkotaan, perlu dilakukan sejumlah antisipasi.
Karena itu, langkah-langkah serius terkait dengan perencanaan harus segera dilakukan secara kolektif.
Berdasarkan fakta statistik dan realitas sosial, ketimpangan ekonomi yang mencolok justru terjadi di pusat-pusat kota.
“Kemiskinan ekstrim itu adanya di pusat pemerintahan kita di Jakarta, yang ekstrim miskin ada di situ yang ekstrim kaya juga di situ,” terang Anies.
Baca Juga: 6 Tanda Orang Sukses dari Kesehariannya, Kamu Termasuk Gak?
Mengacu pada kenyataan tersebut, Anies berpendapat perlunya untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan.
Sehubungan dengan kritik yang disampaikan Anies di acara Rakernas, Politisi PDI-P Aria Bima memberi tanggapan.
Menurut Aria, langkah-langkah yang sedang dan telah dilakukan presiden Jokowi selama masa kepemimpinan adalah mengupayakan agar terjadi pemerataan energi dan akses.
“Kenapa ada konsep Indonesia sentris, ada inter koneksitas dari Sabang-Merauke, Miangas sampai Rote, supaya ada produktivitas,” jelas Aria.
Menanggapi pernyataan Aria, Wakil Sekjen PKS Ahmad Fathul Bari menilai bahwa yang dilakukan Apeksi patut diapresiasi.
Karena dengan menghadirkan para kandidat, publik bisa mengetahui substansi gagasan dari para masing-masing capres.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Sabtu, 15 Juli 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***