AYOJAKARTA.COM - Polemik soal Jakarta International Stadium (JIS) warisan Anies Baswedan yang akan direnovasi terus berlanjut.
Banyak pihak yang kemudian menyebut jika polemik JIS tersebut dikaitkan dengan isu politik.
Seperti diketahui, Indonesia akan segera menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang.
Di mana salah satu kandidat bakal calon presiden atau capresnya ada sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Baca Juga: Anies Baswedan Sindir Rumput JIS di Rakernas Apeksi: Gak Kelihatan Rumputnya
Terbaru, Najmuddin Rasul selaku pengamat politik dari Universitas Andalas menilai polemik JIS hanya ajang untuk membunuh karakter Anies Baswedan.
Najmuddin Rasul menyebut para elit yang memainkan isu JIS terkesan melakukan blunder yang mana bisa berdampak buruk terhadap elektabilitas dari capres yang didukung pemerintahan Joko Widodo.
Tak hanya itu, pengamat politik tersebut juga mengatakan publik sebenarnya sudah paham kemana tujuan dari isu JIS ini.
“Publik sudah paham kemana arah tujuan isu JIS ini digulirkan,” ujar Najmuddin Rasul dikutip ayojakarta.com dari laman Republika.co.id pada Kamis, (13/7/23).
“Hanya sekedar pembunuhan karakter terhadap Anies Baswedan,” lanjutnya.
Baca Juga: Soal Polemik JIS, Anies Baswedan Tak Ambil Pusing: Saya Gak Cawe-cawe
Menurut Najmuddin Rasul, meski JIS adalah karya dari Anies Baswedan ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta namun kini stadion tersebut sudah jadi milik publik yang dikelola oleh pemerintah.
“Menurut saya bila dilihat dari sisi politik kasus rumput JIS ini sangat erat dengan politik,” terang Najmuddin Rasul.
“Sebab JIS adalah karya Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI,” imbuhnya.
Sebab itu Najmudddin Rasul mengatakan jika publik sebenarnya sudah bisa menilai sendiri soal skenario politik yang dibuat oleh rezim bertujuan menjatuhkan pihak tertentu.
Baca Juga: Tak Gentar, Anies Baswedan Disebut Tak Takut Soal Audit dan Pemeriksaan JIS
Selain itu masyarakat juga dinilai mampu dan rasional menelaah berbagai isu soal politik sehingga tak mudah untuk percaya begitu saja dengan omongan dari tokoh politik.
“Kebijakan Jokowi dan menteri-menterinya itu juga bisa berdampak negatif pada tingkat partisipasi politik pemilih milenial,” ungkap Najmuddin Rasul.
“Pemilih muda ini berjumlah 51,93 persen,” lanjutnya.
Artikel ini telah tayang di republika.co.id dengan judul Biar Publik Menilai Masalah JIS.***