AYOJAKARTA.COM - Lagu "Bayar Bayar Bayar" dari Group band yang suka membagikan hasil tani yakni Sukatani sedang ramai diperbincangkan.
Terlebih datang kabar tentang pemecatan guru Novi Citra Indriati yang juga merupakan vokalis band Sukatani.
Diketahui Novi vokalis Sukatani berprofesi sebagai guru di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di daerah Banjarnegara Jawa Tengah.
Pemecatan guru Novi diduga terkait dengan viralnya lagu Bayar Bayar Bayar yang menyinggung institusi polisi.
Baca Juga: Kabar Gembira! Gaji Pensiunan PNS Golongan IV Cair Awal Maret 2025, Cek Nominalnya
Lagu Sukatani tersebut berisi kritikan terhadap institusi kepolisian hingga dianggap menimbulkan keresahan di masyarakat.
Bahkan lagu tersebut telah ditarik dari platform streaming seperti Spotify dan juga Apple Music.
Faktanya ternyata setelah permintaan maaf dari para personel band Sukatani itu justru banyak warganet yang memberi dukungan kepada Novi dan bandnya.
Bahkan berkumandang hastag #kamibersamasukatani d sosial media.
Grup band Sukatani menegaskan bahwa lagunyat dibuat sebagai bentuk kritik terhadap oknum polisi yang menyalahgunakan wewenang.
Mereka menyampaikan tidak bermaksud mencoreng nama baik institusi Polisi di Indonesia.
Selain itu lagu sukatani yang viral tersebut ditarik dari berbagai platform digital.
Warganet pun berbondong-bondong membanjiri kolom komentar sekolah yang memecat Novi dan memberi dukungan.
Hal itu juga hingga mendapat respon dari Federasi Serikat Guru Indonesia atau FSGI yang mengecam pemecatan Novi sebagai guru.
Ketua Umum FSGI yakni Fahmi Hatib menyatakan bahwa pemecatan guru harus melalui mekanisme yang sudah diatur.
Seperti yang tercatat dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yakni tentang Guru dan Dosen.
Serta dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 yang menyangkut tentang Guru.
Baca Juga: Makin Menggoda! Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy A56 5G: Performa Stabil Pakai Exynos 1580
Kepala sekolah SDIT Mutiara Hati yaitu Eti Endarwati, menyatakan bahwa pemecatan Novi dilakukan sejak 6 Februari 2025 dikarenakan pelanggaran kode etik guru.
Khususnya terkait dengan pelanggaran syariat Islam akibat aurat yang terbuka di ruang publik.
Eti juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak terkait dengan lagu "Bayar Bayar Bayar" yang sedang viral ataupun tekanan dari pihak manapun.
Tentu saja banyak pihak menilai bahwa pemecatan Novi tersebut tidak adil hingga banyak warganet yang mendukungnya dan membanjiri kolom komentar instagram sekolah tersebut***.