AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan dinilai menjadi bakal Capres 2024 yang memiliki potensi paling kecil untuk melanjutkan program yang sudah dijalankan pemerintahan Jokowi.
Hal tersebut disimpulkan hasil dari Lembaga Survei Indonesia tentang persentase potensi bakal Capres akan melanjutkan program kerja Presiden Jokowi.
Publik memiliki asumsi bahwa Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan menjadi Capres 2024 diciptakan memang bertujuan untuk mengubah tatanan yang ada.
Padahal diketahui bahwa kinerja Pemerintahan Jokowi sudah dinilai baik oleh masyarakat.
Baca Juga: FIX! Presiden Jokowi Cabut Status Covid-19 Menjadi Endemi, Apakah Itu dan Dampaknya Seperti Apa?
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Anies Baswedan pada Kamis (22/6/2023), Anies Baswedan menyampaikan bahwa siapapun Presiden Indonesia nantinya pasti akan membawa perubahan.
“Bayangkan siapapun yang menang terjadi perubahan presiden, siapapun yang menang terjadi pergantian presiden, bukankah itu perubahan?” ujar Anies Baswedan.
Mantan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 ini menyampaikan bahwa pemilu bukan hanya mengenai lima tahun ke depan maupun 10 tahun ke depan.
Tetapi untuk tujuan jangka panjang agar Indonesia meraih keadilan dan kesejahteraan yang ingin dicapai.
Anies Baswedan menganalogikan bahwa kepemimpinan Indonesia merupakan sebuah perjalanan yang berhenti sejenak dalam jangka waktu lima tahun sekali dalam pemilu.
Pada pemilu tersebut maka kepemimpinan Indonesia harus menata kembali arahnya apakah sesuai dengan tujuan awal atau tidak.
Menurut Anies Baswedan, jika membicarakan perubahan maka akan ada empat unsur, yaitu:
Baca Juga: Hilal Makin Dekat, Tim 8 Siap Deklarasikan Bakal Cawapres Anies Baswedan!
1. Apa yang harus ditingkatkan
2. Apa yang harus dikoreksi
3. Apa yang harus dihentikan
4. Apa yang harus ditambahkan
Jadi dari ke empat unsur itu Anies Baswedan menegaskan bahwa perubahan bukan hanya soal menghentikan apa yang sudah berjalan.
Tetapi ada unsur lain yaitu mengenai meningkatkan program yang sudah jalan, mengoreksi dan juga menambahkan program.
“Kadang-kadang kalau perubahan itu cuma satu aja, apa yang harus dihentikan. Seakan-akan perubahan hanya soal menghentikan, bukan. Perubahan itu apa yang ditingkatkan, dikoreksi, apa yang dihentikan dan apa yang ditambahkan,” ujar Anies Baswedan.
Itulah unsur yang terkandung di dalam Koalisi Perubahan dan perlu memperhatikan keadilan dan kesetaraan dalam mewujudkan perubahan.
Anies Baswedan menginginkan Indonesia akan hadir untuk semua kalangan dan bukan untuk kalangan tertentu saja.***