AYOJAKARTA.COM--- Dalam proses penyembelihan hewan kurban saat Idul Adha tak jarang ditemui beragam informasi unik yang tersiar di masyarakat. Sebut saja, hewan kurban yang panik hingga kabur bahkan hingga ke jalanan, mengamuk, atau bahkan sejumlah kesulitan dialami penjagal.
Dalam penyembelihan hewan kurban, khususnya sapi apalagi bertubuh besar dan berat, kerap ditemui banyak kendala yang harus dihadapi. Pun memerlukan banyak orang untuk membantu jalannya penyembelihan sapi.
Baca Juga: TERLENGKAP! Berikut Rincian Daftar Harga Hewan Kurban 2023 Terbaru, Bisa Beli dari Sekarang
Biasanya sejak dari kandang sementara hingga ke masjid, sapi yang berukuran berat ini akan ditarik sejumlah orang, menggunakan tali yang kuat. Kemudian, sampai di hadapan penjagal, akan ada komando yang memberi aba-aba, untuk siaga menjatuhkan sapi.
Sebelumnya pada keempat kaki sapi diikat tali yang erat, begitu juga bagian kepala dan kemudian ditarik salah satu sisi agar sapi jatuh, terbanting. Jika sudah dalam kondisi jatuh, terkapar, beberapa orang akan menaiki tubuhnya agar sapi tidak bisa bangun lagi. Di sini akan terlihat sapi yang sangat pasrah dan siap menghadapi penjagal.
Dengan siaga, tukang jagal segera melakukan tugasnya menyembelih. Tak lupa warga tetap waspada memegang erat tali yang sudah membelenggu sapi tersebut.
Beruntung jika sapi yang sudah tak berdaya itu tak berontak, meski kadang masih sering ditemui tragedi di lapangan. Tengok saja ada sapi yang menendang warga dan berusaha melarikan diri bahkan ada yang sampai nyemplung ke sumur.
Guna menghindari hal tersebut, maka ada baiknya bila mulai kini, panitia kurban ataupun masjid menyediakan alat untuk memudahkan penyembelihan. Memang harus mengeluarkan budget tambahan, namun alat ini akan berguna dalam proses kurban yang berkelanjutan.
Restraining box atau kotak perebah sapi namanya. Alat ini sangat bermanfaat dalam proses penyembelihan hewan bertubuh besar termasuk sapi.
Restraining box terbuat dari besi atau baja yang ukurannya bisa menampung sapi agar masuk di dalamnya. Ada pula yang menggunakan pipa galvanis anti karat. Pada bagian bawah dipasang roda untuk memperlancar mobilitas sapi usai disembelih. Yakni menuju bagian pengeletan kulit dan pengirisan daging.
Inovasi ini sudah diterapkan salah satunya di masjid ternama, masjid Jogokariyan Jogja. Mengutip akun instagram @masjidjogokariyan, tampak sejumlah dokumentasi penyembelihan seekor sapi berukuran besar menggunakan restraining box. Proses hewan kurban itu terlihat mudah dan cepat.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Kurban Kambing atau Sapi Mana yang Lebih Afdol? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad!
“Restraining box atau killing box atau kotak perebah sapi ini kami gunakan untuk membantu tim eksekutor dalam merebahkan sapi. Sapi super dan sapi super duper dibantu menggunakan alat ini agar tim eksekutor tidak kuwalahan dalam merebahkan sapi"jelas akun tersebut.
Dengan kotak perebah sapi itu, sapi akhirnya tidak akan terbanting dengan keras di lantai atau dasar. Namun menjadi catatan penting, dalam menggunakan alat tersebut, mata hewan sapi yang akan disembelih harus ditutup dengan kain agar tidak stres.
Lalu berapakah harga alat perebah sapi ini, dan bagaimana cara mendapatkannya?. Dari pantauan Ayojakarta.com, alat perebah sapi ini sudah banyak dijual secara online, salah satunya melalui marketplace Tokopedia.
Baca Juga: Awas Jangan Beli Hewan Kurban Sembarangan, Jika Salah Bisa Tidak Sah, Catat 3 Syarat Berikut!
Beragam iklan alat perebah sapi ada di sana, dengan mencantumkan harga yang berbeda. Mulai dari Rp 8,5 juta hingga puluhan juta. Harga tentunya menyesuaikan dengan bahan pembuatan dan ukuran alat tersebut.
Jika ingin membeli alat perebah ini, jangan lupa carilah penjual yang lokasinya terdekat dari Anda, mengingat ongkos kirim yang timbul dari berat alat ini pastilah sangat berat. Atau bagi yang kreatif dapat membuat sendiri sesuai kreativitas. Selamat mencoba