AYOJAKARTA.COM - Isu penjegalan calon presiden (capres) Anies Baswedan kembali muncul ke permukaan.
Isu tersebut awalnya disampaikan oleh mantan Wamenkumham Denny Indrayana melalui akun Twitter.
Melalui akun Twitter @dennyindrayana, Denny Indrayana mengaku curiga ada upaya sistematis untuk menjegal Anies Baswedan di pencapresan 2024 mendatang.
"Sebenarnya bagi kami haji Denny lagi bercanda ya," ujar Faldo Maldani, Staf Khusus Mensesneg dikutip AyoJakarta.com dari acara Dua Arah yang tayang di kanal YouTube Kompas TV.
Faldo Maldani lantas menjelaskan mengapa pihaknya menilai cuitan Denny Indrayana ini hanya sekadar candaan.
"Karena kepuasan pemerintah yang tinggi relatif tanpa skandal, kasus hari ini itu cara jegalnya gimana gitu?" kata Faldo.
Baca Juga: Ramai Denny Indrayana Soal Penjegalan Anies Baswedan, Staf Mensesneg Sebut Tidak Masuk Akal
Sedangkan, menurutnya kepuasan pemeritahan yang sebelum-sebelumnya banyak sekali kasus korupsi itu bukanlah hal yang menjegal.
"Kami kira sebagai pakar hukum, kebebasan bicara kita hormati, tapi secara faktual ide-ide yang dilontarkan oleh haji Denny itu nggak masuk akal," tegas Faldo.
"Jadi kami kira segala tuduhan-tuduhan itu tidak masuk akal," lanjutnya.
Di sisi lain, Deddy Sitorus, Sekretaris Tim Koordinator Relawan Pemenang Ganjar Pranowo menyebut jika penjegalan Anies Baswedan ini hanyalah isu yang mengada-ada.
"Saya sebut mengada-ada jika Denny Indrayana tidak bisa menyebutkan fakta dan data yang valid yang bisa dipertanggung jawabkan," ujar Deddy Sitorus.
Sementara jika memang isu tersebut benar, pihaknya bersimpati dan harus melawan praktik penjegalan tersebut.
"Tapi sejauh ini Denny hanya membuat insinuasi-insinuasi, otak otak gatuh, macam nyusun lego atur-atur sendiri lalu berkesimpulan sendiri," terangnya.***