AYOJAKARTA.COM – Polemik kritikan siswi SMP yang mengkritik Walikota Jambi, Syarif Fasha soal kerjasama antara Pemkot Jambi dan perusahaan China makin meluas.
Hingga menyeret nama Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Bahkan siswi SMP di Jambi yang diketahui berinisial SFA ini menantang Mahfud MD untuk membuka ke publik soal tudingan fitnah terhadap kepolisian.
Baca Juga: Terungkap Sudah! Ini Alasan Kenapa Cowok Suka Cari Masalah
Tantangan atau permintaan itu diungkapkan oleh siswi SMP Jambi SFA melalui akun Twitternya yakni @dydyaa2, pada Minggu (11/6/2023) sembari mentag ke akun Twitter Mahfud MD.
“Kepada Yang Terhormat Bapak @mohmahfudmd mohon izin untuk dijelaskan pada publik saja apa alasan Bapak menuduh Fadiyah bersalah memfitnah kantor polisi karena fadiyah tidak merasa melakukannya dan publik sudah terlanjur mencap fadiyah bersalah,” begitulah isi cuitan dari siswi SMP Jambi sebagaimana dikutip AyoJakarta.com melalui akun @dydyaa2 pada Senin (12/6/2023).
Melalui cuitannya yang terbaru, SFA meminta kepada Mahfud MD untuk membuat klarifikasi ke publik soal tudingan fitnah yang ditudingkan kepadanya.
Baca Juga: Bikin Resah! Inilah Daftar 48 Pinjol Ilegal yang Diblokir OJK, Hati-hati Data Diri Tersebar
“Kepada Yth: Bapak @mohmahfudmd kiranya dapat membuat klarifikasi ke publik tentang pernyataan Fitnah bapak kepada Syarifah Fadiyah Alkaff. tembusan Yth: Bapak @jokowi,” ujar SFA melalui cuitan terbarunya.
Ia juga turut mengunggah video yang berisikan agar Menko Polhukam memberikan klarifikasi di depan publik demi nama baiknya.
Menurutnya semua yang dilakukan tidaklah salah dalam memperjuangkan untuk neneknya yakni nenek Hapsa.
“Halo Assalamualaikum Pak Mahfud MD, ini saya Syarifah Fadiyah Alkaff berasal dari SMP Negeri 1 Kota Jambi, di mana Fadiyah mendapatkan pendidikan yang baik dan ditempa oleh guru-guru yang berkualitas baik,” ungkapnya dalam tayangan video yang turut diunggah melalui Twitter.
“Mohon agar Pak Mahfud MD mempunyai belas kasihan untuk melakukan klarifikasi secara publik demi nama baik Fadiyah dan sekolah Fadiyah.
Menurutnya semua yang dilakukan tidaklah salah, terlebih dalam memperjuangkan untuk neneknya yakni nenek Hapsa.
Kendati demikian, dirinya mengakui bahwa sempat mengungkapkan kalimat yang tidak etis diucapkan dalam keadaan emosi.
“Karena Fadiyah tidak pernah salah dalam memperjuangkan keadilan untuk nenek Fadiyah, nenek Hapsa seorang pejuang kemerdekaan yang dirampas haknya,” lanjutnya.
Baca Juga: Ide Outfit Jogging Hijab: Tetap Tampil Modis dan Nyaman
“Cuma Fadiyah hanya salah dalam mengucapkan dua kalimat yang tidak etis dalam keadaan emosi.
Maka dari itu dirinya meminta klarifikasi Mahfud MD karena merasa masa depannya masih panjang, sehingga pernyataan yang disampaikan oleh Menko Polhukam soal tudingannya bisa saja menyulitkannya di masa depan.
“Fadiyah masih mempunyai masa depan yang panjang tapi dengan pernyataan Pak Mahfud MD dapat menyulitkan masa depan Fadiyah. Terima kasih,” tandasnya.***