News

Sesar Cugenang Kembali Sebabkan Guncangan M 3,5 di Kabupaten Cianjur Hari ini

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Minggu 11 Jun 2023, 13:11 WIB
Sesar Cugenang Kembali Sebabkan Guncangan M 3,5 di Kabupaten Cianjur Hari ini

AYOJAKARTA.COM - Sesar Cugenang kembali menunjukkan eksistensinya karena menyebabkan guncangan gempa M 3,5 pada siang ini 11 Juni 2023 pukul 11:12:43 WIB.

Berdasarkan informasi lanjutan yang dirilis oleh pihak BMKG episenter gempa terletak pada koordinat 6.86 LS dan 107.06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 9 km Barat Daya Kabupaten Cianjur Jabar pada kedalaman 10 km.  

Penyebab terjadinya gempa telah berhasil diidentifikasi oleh pihak BMKG dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Cugenang. 

Baca Juga: Kapan Mulai Libur Sekolah 2023? Cek Jadwal Libur Panjang Sekolah di Pulau Jawa Menurut Kalender Pendidikan

Sebelumnya Sesar Cugenang sempat menyebabkan guncangan besar pada wilayah kecamatan Cugenang dengan skala magnitudo M 5,6 pada 21 November 2022 lalu.

Bahkan berdasarkan penjelasan dari Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono wilayah zona berbahaya yang dilewati oleh sesar tersebut membentang sepanjang 8,09 kilometer persegi harus dibebaskan dari bangunan.

Selain itu disampaikan pula melalui sebuah artikel yang diunggah melalui laman bmkg.go.id (8/1/2023) terdapat 3 zona bahaya gempa bumi yakni Zona Terlarang (Merah), Zona Terbatas (Orange) dan Zona Bersyarat (Kuning).

Penentuan zona bahaya pada wilayah yang dilalui sesar Cugenang tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal terkait tahap rekonstruksi dan rehabilitasi yang sudah dimulai di Kabupaten Cianjur.

Baca Juga: TERKINI! Kabupaten Cianjur Jawa Barat Diguncang Gempa 3.5 Magnitudo

Selain itu peta tersebut dapat digunakan untuk acuan penyempurnaan tata ruang di wilayah Cugenang, demi mencegah dan mengurangi risiko kerusakan bangunan, lahan/lingkungan ataupun korban jiwa dan kematian apabila gempa bumi yang dipicu oleh Patahan Cugenang ini yang masih sering terjadi hingga saat ini.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Vincensia Enggar Larasati