News

Bikin Heboh, Ponpes Al Zaytun Indramayu Bolehkan Zina dan Sebut Dosa Bisa Ditebus Pakai Uang

Oleh: Cita Aryani. M Rabu 07 Jun 2023, 15:18 WIB
Ilustrasi. Ponpes Al Zaytun disebut-sebut memborlehkan santri berzina dan dosanya bisa ditebus dengan uang.

AYOJAKARTA.COM — Pondok Pesantren Al Zaytun tak henti-hentinya menjadi sorotan publik. Kali ini, Ponpes Al Zaytun disebut-sebut memborlehkan santri berzina dan dosanya bisa ditebus dengan uang.

Hal ini diungkapkan oleh seorang mantan tokoh Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan.

Dalam podcast di kanal YouTube Herri Pras yang berjudul "Ajaran Paling Sesat Panji Gumilang, Zina Di Al Zaytun Itu Dosanya Bisa Ditebus Pakai Uang?", Ken mengatakan secara blak-blakan tentang pemahaman yang dianut Pondok Pesantren Al Zaytun terkait praktik penyimpangan.

Ia dengan gamblang menyebut bahwa santri di Ponpes Al Zaytun Indramayu ini tidak boleh pacaran dan berzina.

Baca Juga: Sosok Nurhali Guru Berharta Rp 1,6 T, Jadi ASN Terkaya di Indonesia, Dapat Duitnya dari Mana?

Namun, aturan tersebut tidak berlaku bagi mereka yang memiliki uang. Sebab perbuatan yang menyimpang ini dosanya bisa ditebus dengan uang.

“Nggak boleh pacaran, nggak boleh berzina, kalau nggak punya duit. Kalau punya duit, bisa dilakukan," kata Ken, dikutip pada Rabu, 7 Juni 2023.

Selain itu, Ken menyebut Ponpes Al Zaytun memiliki pemahaman lembaga kerasulan. Sehingga, dengan pemahaman tersebut dianggap bisa menebus dosa, termasuk berzina.

"Nanti ada majelis hukumnya bertahkim, kena pasal sekian, kena dosa, dua juta dosanya hilang," kata Ken.

Baca Juga: Makin Kontroversial! 5 Fakta Ponpes Al Zaytun: Pesantren Eksklusif dan Tertutup Hingga Disebut Mekkahnya NII

Tak hanya itu, Ken juga mengungkapkan bahwa kasus pencabulan di Ponpes Panji Gumilang ini benar adanya. Namun sayangnya, semua bukti dapat dihilangkan begitu saja dengan Tempat Kejadian Perkaranya (TKP).

"Fakta, cuma karena memang saktinya Panji Gumilang, sampai TKP-nya dirombak, alat-alat buktinya dirombak,"ungkapnya.

Selanjutnya, Ken berharap berbagai lembaga keagamaan, seperti Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Komnas HAM bisa mengambil tindak lanjut terhadap Ponpes Al Zaytun.

Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menyuarakan dan tak tinggal diam jika melihat ada penyimpangan yang terjadi, supaya lingkungan bisa terbebas dari paham intoleransi dan yang tak sesuai.

Baca Juga: Klarifikasi Lucky Hakim soal Dirinya Ikut Ucap Salam Khas Ponpes Al Zaytun: Saya Nggak Tahu, Saya Cuma Tamu!

"Ini bukan hanya sekedar omong belaka ya, kalau ingin bukti dan fakta kita bisa dipertanggung jawabkan," ucapnya.

Sebelumnya, Ponpes Al Zaytun yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat ini juga sempat menuai kontroversi masyarakat karena cara salat Ied yang berbeda dengan biasanya yang mana shaf laki-laki dan wanita yang menjadi satu.

Kemudian, jarak antar jamaah saat sholat juga menarik perhatian karena terlihat sangat renggang. Padahal kondisinya sudah bukan pandemi sehingga seharusnya saat menjalani salat berjamaah harus rapat barisannya.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Tedi Rukmana