AYOJAKARTA.COM - Menuju perhelatan Pemilu yang semakin dekat, bakal calon presiden pun secara mantap tentu mempersiapkan siapa yang akan menjadi pendampingnya.
Baru-baru ini, Koalisi Perubahan tampak melakukan pergerakan untuk mencari calon wakil presiden pendamping Anies Baswedan.
Hal itu dilakukan oleh Ahmad Syaikhu, selaku Presiden PKS yang kabarnya menanyakan langsung kepada Menkopolhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Butuh Dana Cepat? Ini 6 Pinjol Legal dan Aman dengan Bunga Rendah, Dijamin Cepat Cair
Mahfud MD mengaku sempat diminta oleh Ahmad Saikhu untuk menjadi wakil presiden pendamping Anies Baswedan.
Namun kabarnya, Mahfud MD menolak tawaran dari Ahmad Saikhu seperti dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV.
"Ahmad Syaikhu ke rumah, beliau menjajaki untuk menjadi capresnya Anies, antara lain bertanya, Pak Mahfud bersedia enggak, enggak saya bilang," ungkap Mahfud MD.
Mahfud MD mengatakan dari partai-partai dalam koalisi tersebut sudah ada cawapresnya yang disiapkan untuk menjadi pendamping Anies Baswedan.
Baca Juga: Wamendagri Cabut Gugatan Rp23 M soal RSPI Catut Namanya di Akta Anak dari Veronica
"Karena di koalisinya bapak itu Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS ada calonnya dari partainya sendiri," ujar Mahfud MD.
Bukan hanya itu Mahfud MD menyebutkan jika dirinya masuk ke dalam koalisi perbuahan yang ada akan merusak.
"Nanti kalau saya ke situ nanti malah merusak," ucap Mahfud MD.
Selain itu Mahfud MD juga menyarankan kepada Ahmad Saikhu selaku Presiden PKS untuk menjaga demokrasi dalam koalisi perubahan.
Baca Juga: Wamendagri Cabut Gugatan Rp23 M soal RSPI Catut Namanya di Akta Anak dari Veronica
"Kalau yang satu keluar karena anda ngajak saya, kan rusak, oleh sebab itu saya bilang bapak jaga koalisi, saya bilang kepada Ketua PKS," ujar Mahfud MD.
"Jaga koalisi, jangan ngajak saya ke dalam agar tidak pecah, kalau saya ke dalam nanti pecah karena ada yang tidak suka," lanjutnya.
Dengan tegas Mahfud MD menyampaikan bahwa tugas dirinya hanya menjaga penyelenggaraan pemilu dan menjaga demokrasi bangsa Indonesia.
"Itu aja tugas saya, menjaga pemilu dan menjaga demokrasi," ucap Mahfud MD.***