AYOJAKARTA.COM - Partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan mendapat pesan dari Menko Polhukam Mahfud MD terkait Pilpres 2024.
Sebagai informasi, Koalisi Perubahan untuk Persatuan merupakan partai pendukung Anies Baswedan maju capres 2024 mendatang.
Seperti yang diketahui, langkah Anies Baswedan maju Pilpres selama ini dihadapkan pada banyak isu.
Mulai dari kasus ajang Formula E, politik identitas, dan yang terbaru soal cawe-cawe Jokowi yang kemudian semua itu disebut-sebut sebagai upaya penjegalan.
Untuk itu Mahfud MD secara khusus memberikan tanggapannya dan memberikan saran kepada koalisi pendukung Anies.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @metro_tv pada Sabtu, (3/6/23), Mahfud MD menuturkan bahwa beberapa hal tersebut merupakan bagian dari kontestasi.
“Itu bagian dari perlombaan dari kontestasi politik yang mengatakan ini dijegal mungkin biar pendukungnya muncul atau mungkin biar yang milih sedikit,” ujar Mahfud MD.
Lalu terkait isu jika ada upaya pemerintah menjegal Anies Baswedan, secara tegas Mahfud MD menuturkan seperti berikut.
“Kenapa dijegal? Karena ini enggak ada kalau pemerintah tidak menjegal, misalnya mungkin cuman enggak enak mau bilang terus terang mungkin dari tulisan-tulisan dan pernyataan Denny Indrayana enggak ,” jelas Mahfud MD.
Baca Juga: Mengupas Upaya Sabotase Partai Demokrat untuk Jegal Anies Baswedan, Ada Skenario Besar Apa?
Sementara itu, Mahfud MD justru mengingatkan agar koalisi Anies Baswedan tetap kompak meski diterpa isu apapun.
“Enggak ada yang akan menjegal,” tegasnya.
“Malah saya katakan kepada dia, kamu harus usahakan di dalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies itu kompak,” imbuh Mahfud MD.
Baca Juga: Nasdem Sebut Cawapres Anies Baswedan Sudah Didapatkan: Merujuk Pada Satu Nama
Tujuan Mahfud MD mengingatkan partai koalisi pendukung Anies Baswedan untuk tetap kompak agar mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dapat tiket serta tidak dijegal oleh internalnya sendiri.
“Agar Anies dapat tiket gitu tidak dijegal oleh internalnya sendiri,” terang Mahfud MD.
“Kalau pemerintah enggak, persilahkan kita lindungi hak-haknya,” lanjutnya.***