News

Pengambilan Api Abadi untuk Waisak 2023 Sudah Dilaksanakan, Ternyata Mengandung Arti Mendalam

Oleh: Awit Wiarni Minggu 04 Jun 2023, 06:00 WIB
Pengambilan Api Abadi di Hari Raya Waisak

AYOJAKARTA.COM - Waisak merupakan hari raya bagi umat Buddha dalam merayakan tiga peristiwa penting yang diperingati dengan berbagi ritual salah satunya adalah pengambilan api abadi.

Pada Trisuci Waisak memperingati tiga peristiwa penting yaitu kelahiran, penerangan, dan kematian Sang Buddha.

Sidharta yaitu Buddha lahir di dunia, kemudian menjadi pertapa dan mencapai pencerahan sempurna dan kemudian memasuki parinibbana, tiga peristiwa suci inilah kemudian diperingati sebagai Hari Waisak.

Baca Juga: TERLENGKAP! 25 Link Twibbon Bertema Hari Raya Waisak, Cocok Untuk Memperingati Momen Hari Ini

Kirab Waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur akan dilaksanakan pada 4 Juni 2023.

Kemudian disusul detik-detik Waisak pukul 10.41.19 WIB, Pradaksina Candi Borobudur, Pelepasan lampion Waisak.

Maka dari itu menjelang perayaan Waisak, wisata Candi Borobudur tetap dibuka untuk umum tetapi terbatas. Pengunjung hanya bisa memasuki pelataran dan monumen candi saja.

Baca Juga: 14 Ucapan Hari Raya Waisak 2023 Penuh Kedamaian untuk dibagikan ke Keluarga dan Media Sosial

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @waisak.nasional (4/6/2023), salah satu rangkaian penting dalam Waisak yaitu pengambilan api abadi sudah dilaksanakan dan tiba pada Candi Mendut pada Kamis (1/6/2023) sore hari.

Api abadi tersebut diambil di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah. Konon katanya api yang berada di Mrapen ini tidak pernah padam.

Setelah api abadi diambil kemudian dilakukan pensakralan Api Dharma Mrapen di Candi Mendut yang diterima oleh salah satu tokoh ajaran Buddha sekaligus Ketua Umum DPP Walubi yaitu Hartati Murdaya.

Baca Juga: Digelar 4 Juni 2023, Segini Harga Tiket Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur dan Cara Belinya

Pensakralan api abadi tersebut dilakukan oleh para biksu sangha, rohaniwan dan juga majelis-majelis Buddha.

Pada saat api abadi sudah menyala di altar halaman Candi Mendut, para biksu mengambil api tersebut untuk menyalakan lilin.

Kemudian para biksu melakukan ritual pradaksina dengan mengelilingi Candi Mendut sebanyak tiga kali searah jarum jam. Setelah ritual pradaksina selesai kemudian dilanjutkan dengan puja bakti.

Baca Juga: LENGKAP! 65 Ide Ucapan Hari Raya Waisak untuk Dikirim ke Keluarga, Teman hingga Kerabat

Nantinya api abadi ini akan digunakan di Candi Borobudur pada saat detik-detik Waisak. Namun sebelumnya perlu disemayamkan terlebih dahulu di Candi Mendut serta didoakan.

Menurut Hartati Murdaya yang menerima langsung api abadi menyatakan bahwa api merupakan sumber energi yang besar. Dan sumber energi ini dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupan.

“Kita semua memerlukannya. Jadi api menjadi simbol emosi, tentu emosi yang berguna berupa penerangan,” kata Hartati Murdaya.

Ketua Umum DPP Walubi juga menyampaikan bahwa tema Waisak pada tahun ini adalah aktualisasi ajaran Buddha Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Karena praktik ajaran Buddha tidak semudah teori ketika dipraktekan pada kehidupan sehari-hari.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Desi Kris