AYOJAKARTA.COM--Menjadi salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, Muhammadiyah mengeluarkan maklumat terkait penetapan tanggal penting dalam kalender Islam.
Hal ini menjadi paling dicari setelah penetapan 1 Ramadan 1444 dan 1 Syawal 1444 adalah kapan Idul Adha atau tanggal 10 Zulhijjah 1444 menurut PP Muhammadiyah?
Dikutip oleh ayojakarta.com pada 2 Juni 2023, berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/M/MLM/I.0/2023 menetapkan bahwa Idul Adha 10 Zulhijjah 1444 akan jatuh pada Rabu Kliwon, 28 Juni 2023.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2023? Tanggal 28 atau 29 Juni? Ini Jadwalnya Sesuai SKB 3 Menteri dan Muhammadiyah
Hal ini karena Muhammadiyah dalam menentukan waktu-waktu penting Umat Islam dengan wujudul hilal dapat dipertanggungjawabkan secara keagamaan dan keilmuan. Keputusan tersebut dibuat berdasarkan Al-Qur'an, hadis Nabi, serta ijtihad yang kuat.
Dengan demikian, penetapan ini bukan hanya didasarkan pada rasionalitas ilmu semata, melainkan juga memiliki dasar keagamaan yang kuat.
Sebelumnya, dikutip oleh ayojakrta.com melalui laman Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam di Indonesia untuk saling menghargai, menghormati, dan bertoleransi jika terjadi perbedaan penetapan tanggal-tanggal penting ini di tubuh internal umat Islam.
Haedar mengatakan bahwa umat Islam memiliki pengalaman berbeda dalam menentukan 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 10 Zulhijjah, sehingga perbedaan ini tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang baru.
Baca Juga: Kapan Puasa Arafah 2023 Sebelum Idul Adha? Begini Penjelasan Versi Pemerintah dan Muhammadiyah
“Kita punya pengalaman berbeda dalam hal 1 Ramadan, 1 Syawal 10 Zulhijjah sehingga perbedaan itu jangan dianggap sebagai sesuatu yang baru. Artinya kita sudah terbiasa dengan perbedaan lalu timbul penghargaan dan kearifan,” terang sosok Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir.
Sebaliknya, perbedaan ini haruslah dihadapi dengan penghargaan dan kearifan, karena umat Islam telah terbiasa dengan perbedaan dalam menentukan tanggal-tanggal penting tersebut.
Haedar juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi penghargaan dan kearifan dalam menjalankan praktek beragama. Perbedaan seharusnya dianggap sebagai hal yang biasa, bukan sebagai sumber perpecahan.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan dalam penetapan ini tidak boleh membuat umat Islam dan warga bangsa terbelah, karena hal ini menyangkut ijtihad yang merupakan bagian dari perjalanan sejarah umat Islam yang saling memahami, menghormati, dan menghargai satu sama lain.
Baca Juga: Awas Jangan Beli Hewan Kurban Sembarangan, Jika Salah Bisa Tidak Sah, Catat 3 Syarat Berikut!
Bagi warga Muhammadiyah, Haedar menegaskan bahwa tidak perlu khawatir mengenai penetapan tanggal-tanggal penting ini, karena penetapan tersebut didasarkan pada ilmu keislaman yang kokoh.
Dengan mengeluarkan maklumat ini, Muhammadiyah berharap agar umat Islam dapat menjaga kerukunan dan saling menghormati dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada.
Sementara untuk Hari Raya Idul Adha 1444 bagi warga Muhammadiyah diketahui akan jatuh pada 28 Juni 2023, hal ini berdasarkan maklumat yang bisa diunduh melalui tautan berikut ini.***