AYOJAKARTA.COM-- Ketua RT Riang angkat bicara soal polemik ruko serobot bahu jalan di Pluit. Riang meluruskan soal lontaran kata-kata rasis pada pemilik ruko dan penghuni ruko.
Diketahui kata-kata rasis dilontarkan saat Riang cekcok dengan pemilik ruko beberapa waktu lalu.
Saat itu Riang terpatik emosi dan menyeret nama "Pribumi" di hadapan para pemilik ruko di Pluit hingga membuat suasana pun menjadi kian memanas.
Baca Juga: Kapan Idul Adha Muhammadiyah 2023? Ini Jadwalnya Hingga Pesan Ketum PP Muhammadiyah!
"Beberapa hari lalu ada keributan kecil lah, yang justru malah saya seperti sebagai orang yang disudutkan. Padahal pada faktanya acara itu awalnya sudah selesai, tiba-tiba datang belasan orang menyerang saya," ujar Ketua RT Riang, dilansir dari YouTube KompasTV, Jumat (02/06/2023).
Lebih lanjut, Riang meminta kembali pada persoalan yakni soal ruko yang menyerobot bahu jalan bahkan selokan air.
Menurutnya sudah jelas bahwa ruku-ruko tersebut telah melanggar garis batas yakni pada bahu jalan dan saluran air sehingga fasilitas umum (jalan) menjadi menyempit karena adanya pelanggaran tersebut.
Baca Juga: 4 Juni 2023 Memperingati Hari Apa? Ternyata Disambut oleh Biksu yang Jalan Kaki Ribuan Kilometer Loh
"Ini perbedaan loh, kalau yang kemarin-kemarin soal pelanggaran bagunan saluran air dan bahu jalan, jelas-jelas itu udah pelanggaran dan terbukti adanya pelanggaran dengan adanya recount text itu," kata Riang.
"Jadi saya kalau ditanya soal pelanggaran saluran air dan bahu jalan, saya jadi semangat lagi nih gitu loh. Jadi justru orang-orang itu mulai mengalih-alihkan permasalahan dengan adanya isu rasis dan segala macam," Sambungnya.
Meski begitu, Riang mengaku akan tetap memperjuangkan fasilitas umum (fasum) demi kepentingan dan hak bersama sebagai warga dan negara yang baik.
Baca Juga: Siap WAR! Tiket Nonton FIFA Matchday Indonesia vs Argentina di GBK Dibuka Mulai 5 Juni
"Tapi fokus masalahnya sebenarnya adalah pelanggaran saluran air dan bahu jalan dan mungkin saja mereka tidak terima sehingga mereka melakukan suatu manufer-manufer demikian, tapi saya tetap berlanjut," tegasnya.***