AYOJAKARTA.COM-- Nasib tragis menimpa seorang gadis berusia 15 tahun di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Gadis itu diperkosa oleh pejabat penting, yang jumlah pelakunya mencapai 11 Orang.
Adapun pelaku tersebut menjabat sebagai Kepala Desa, Guru, hingga oknum Polisi.
Baca Juga: Rebecca Klopper Absen Saat Gala Premier Film Terbaru, Muka Muram Fadly Faisal Jadi Sorotan
Karena peristiwa itu, gadis itu pun harus menerima kenyataan bahwa dirinya terancam kehilangan rahim.
Dilansir dari YouTube Kompas TV, kejadian pilu yang dialami gadis remaja itu bermula saat korban menjadi sukarelawan banjir di Parigi Moutong pada Juli 2022.
Saat itu korban mendatangi posko bencana banjir di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah untuk memberikan bantuan logistik dari Poso.
Usai menyalurkan bantuan korban tidak langsung pulang ke kampungnya di Poso karena dijanjikan pekerjaan oleh para pelaku.
Baca Juga: Tanggapi Kekhawatiran Anies yang Takut Dijegal, Mahfud MD Justru Beri Pesan Menohok Ini!
Korban dijanjikan bekerja di rumah makan, mulai saat itu satu persatu dari 11 pelaku melakukan pemerkosaan kepada korban dengan berbagai modus termasuk menawarkan narkoba jenis sabu dan mengancam korban dengan senjata tajam.
Tak tahan dengan aksi bejat para pelaku, korban memberanikan diri untuk menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya di Januari 2023.
Usai mendapat laporan dari anaknya, orang tua korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Parigi Moutong.
Ironisnya pemerkosaan kepada korban terjadi dalam kurun waktu April 2022 hingga Januari 2023 lalu.
Baca Juga: Sebut Aji Mumpung, Nikita Mirzani Semprot Brand yang Akan Endorse Lolly, Ternyata Begini Alasannya
Kini, polisi pun telah menetapkan 10 dari 11 pelaku sebagai tersangka, sedangkan 5 diantara telah ditahan di Polres Parigi Moutong.
Sementara 5 lainnya belum dilakukan penahanan. 1 pelaku lainnya yang merupakan anggota Brimob belum ditetapkan sebagai tersangka dengan alasan polisi masih melakukan pendalaman keterlibatan anggota Brimob tersebut.