News

Prabowo Subianto Bertemu Jokowi Lagi, Benarkah Sinyal Duet dengan Ganjar Pranowo?

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Jumat 26 Mei 2023, 11:05 WIB
Prabowo Subianto dan Jokowi

AYOJAKARTA.COM - Terendus isu pertemuan kembali antara Presiden Jokowi dengan bakal calon presiden 2024, Prabowo Subianto di Istana Bogor Jawa Barat.

Namun sayangnya, belum diketahui apa maksud dan tujuan dari pertemuan ulang Presiden Jokowi dengan Prabowo Subianto tersebut.

Mungkinkah ini terkait upaya Presiden Jokowi untuk menduetkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024?

Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Prabowo Subianto Berada di Puncak Ungguli Ganjar dan Anies

Burhanuddin Muhtadi selaku Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia menyatakan bahwa kemungkinan duet itu kecil seperti dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube METROTV.

"Kalau melihat trend sekarang, sepertinya kemungkinan duet antara kedua nama tersebut kecil, yang terjadi bukan duet tapi duel," ungkap Burhanuddin Muhtadi.

Lantaran menurut Burhanuddin Muhtadi ide untuk menduetkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo itu muncul di bulan November 2022 lalu karena elektabilitas Anies Baswedan menyalip Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Subianto Jadi Capres Terkaya dengan Harta Capai Rp 2 Triliun, dari Mana Sumbernya?

"Karena ide memasangkan Ganjar dengan Prabowo itu kan muncul di bulan November 2022 ketika elektabilitas Anies Baswedan menyalip Pak Prabowo dan mengancam elektabilitas Ganjar," jelas Burhanuddin Muhtadi.

"Pada saat itu ada kekhawatiran jika ketiganya maju maka Pak Prabowo akan gagal lolos di putaran kedua, untuk memantapkan presiden men maka ada ide untuk menjodohkan Ganjar dengan Prabowo," lanjutnya.

Akan tetapi Burhanuddin Muhtadi menyebut yang akhir-akhir ini terjadi adalah Prabowo Subianto justru menyalip Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Prabowo Subianto Bertemu dengan SBY, Pakar Ekspresi: Seperti Sedang Diinterogasi

"Tetapi yang terjadi belakanganan ini lain, Pak Prabowo yang awalnya dianggap begitu kurang kompetitif bahkan ratingnya menurun hingga akhir 2022, tiba-tiba mengalami rebound," ujar Burhanuddin Muhtadi.

"Dan bukan hanya menyalip Anies Baswedan, tetapi dalam survei Kompas bahkan menyalip Ganjar Pranowo," sambungnya.

Bahkan Burhanuddin Muhtadi menyebut kemungkinan untuk Prabowo Subianto mengalah jadi cawapres Ganjar Pranowo kecil.

Baca Juga: Ganjar Pranowo dan Gibran Rakabuming Dinner Bareng, Bahas Pertemuan dengan Prabowo Subianto?

"Kalau kemudian Pak Prabowo mengalami kenaikan elektabilitas, kemungkinan untuk mengalah sebagai cawapres Ganjar jadi mengecil," ungkap Burhanuddin Muhtadi.

"Makanya saya mengatakan kemungkinan menduetkan Prabowo dengan Ganjar atau sebaliknya itu menipis, yang terjadi bukan duet antara Pak Prabowo dengan Ganjar tetapi duel," sambungnya.

Bukan hanya itu Burhanuddin Muhtadi menyatakan bahwa Jokowi akhir-akhir ini memiliki agenda yang berbeda dengan Megawati, dan hal itu bisa dimaklumi.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri Minta Gibran Rakabuming Lakukan Hal Ini Usai Bertemu Prabowo Subianto

"Memang yang terjadi belakang terkesan Pak Jokowi punya agenda yang tidak sama dengan Ibu Mega yang notabene adalah Ketua Umum PDI Perjuangan," ucap Burhanuddin Muhtadi.

"Dan menurut saya itu bisa dimaklumi dalam pengertian Pak Jokowi memang tidak punya kendali partai, dia tidak seperti Presiden-presiden sebelumnya, yang umumnya punya kontrol atas partai," lanjutnya.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris