AYOJAKARTA.COM - Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharini mengaku bersyukur penggeledahan Kantor Kementerian Sosial (Kemensos) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hal tersebut disampaikan Mensos Risma di hadapan awak media saat menggelar konferensi pers di Kantor Kemensos pada Kamis (24/5/2023).
Sembari tersenyum, pada kesempatan itu Risma mengaku bahwa penggeledahan yang dilakukan oleh KPK bukan menjadi airb bagi dirinya.
Baca Juga: KPK Geledah Gedung Kemensos, Tri Risma: Saya Justru Bersyukur
“Kemensos bersyukur pada kejadian kemarin. Mungkin bagi orang lain itu aib, tapi saya bersyukur,” ujarnya dikutip AyoJakarta.com melalui kanal YouTube KOMPASTV, Kamis (25/5/2023).
“Kenapa? Saya biar mudah mengingatkan temen-temen Kemensos,” sambungnya.
“Bia teman-teman Kemensos tahu kalau mereka tidak nurut apa yang saya sampaikan ya kejadian itu akan berulang,” tambahnya.
Menurutnya apabila ada yang tidak percaya dengan apa yang disampaikan maka dengan adanya kejadian tersebut akan membuat orang berpikir jernih.
Maka dari itu, Risma mengaku tidak memiliki beban dengan kasus ini dan dirinya merasa bahwa dengan adanya penggeledahan tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi jajarannya.
“Saya senang terus terang, makanya tadi teman-teman lihat nggak wajah saya apa saya punya beban, saya nggak punya beban,” ungkapnya.
Baca Juga: Pamer Senyum, Risma Merasa Bersyukur Kemensos Digeledah KPK: Ini Jadi Pembelajaran!
“Karena dari awal saya ngomong jangankan sekarang jadi Menteri Sosial yang ngurusin orang miskin, saya jadi Walikota Surabaya pun saya tidak pernah mau,” lanjutnya.
Sebelumnya pada Selasa 23 Mei 2023, KPK melakukan penggeledahan di Kantor Kemensos dalam rangka penyelidikan dugaan kasus korupsi bantuan sosial (bansos) beras.
Dalam penggeledahan tersebut KPK menyita sejumlah dokumen dan juga notebook.
Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri juga turut membenarkan adanya dugaan korupsi bansos beras yang berada di lingkungan Kementerian Sosial.
Dalam penyampaiannya, Ali menerangkan bahwa penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan sejumlah alat bukti terkait dengan penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Kemensos.
Yaitu pada kasus dugaan korupsi bansos beras untuk program keluarga harapan (PKH) tahun 2020-2021.
“Jadi ada kegiatan penggeledahan yang dilakukan oleh tim penyidik KPK di Kementerian Sosial dalam rangka untuk terus mengumpulkan dan melengkapi alat bukti yang telah kami miliki,” ujar Ali.
“Terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial berupa beras untuk program keluarga harapan tahun 2020-2021,” lanjutnya.***