AYOJAKARTA.COM – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Brian Yuliarto, seorang Guru Besar ITB, sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada hari ini, Rabu, 19 Februari 2025 dengan Brian Yuliarto menggantikan Satryo Soemantri Brodjonegoro.
Pelantikan Brian Yuliarto didasarkan pada Keppres nomor XXVIP tahun 2025. Dalam pelantikan tersebut, Prabowo memimpin pengambilan sumpah jabatan yang diikuti oleh Brian Yuliarto.
Baca Juga: Rekomendasi PPDB 2025: Top 10 SMA Terbaik di Jakarta Timur dengan Nilai UTBK Tertinggi
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta jajaran Kabinet Merah Putih, turut hadir dalam acara tersebut.
Pelantikan Mendiktisaintek baru ini merupakan reshuffle kabinet pertama yang dilakukan Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai presiden pada 20 Oktober 2024.
Satryo Soemantri Brodjonegoro menjadi menteri pertama yang di-reshuffle dalam Kabinet Merah Putih.
Diketahui, terdapat berapa kontroversi yang melibatkan Satryo menjadi latar belakang reshuffle ini.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Hp Samsung untuk Konser KPOP! Terbaru Samsung Galaxy S25 hingga Samsung A33 5G
Kilas Balik Kontroversi Satryo
Beredar kabar bahwa pegawai Kemendiktisaintek melakukan protes lantaran sikap Satryo yang dinilai pemarah hingga main fisik.
Ratusan ASN Kemendiktisaintek menggelar aksi unjuk rasa pada 20 Januari 2025. Aksi ini dipicu oleh pemberhentian mendadak seorang pegawai dan ketidakadilan yang dirasakan oleh para ASN.
Sempat beredar rekaman suara yang diduga Mendiktisaintek sedang memarahi staf Kemendiktisaintek.
Satryo sempat dipanggil oleh Komisi X DPR RI untuk menjelaskan duduk perkara demo pegawai namun, pertemuan itu berlangsung tertutup.
Tak hanya itu, Satryo sempat menyampaikan bahwa beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan terkena dampak pemotongan akibat efisiensi anggaran.
Kontroversi-kontroversi ini menjadi sorotan publik dan menjadi salah satu latar belakang reshuffle kabinet yang menggantinya dengan Brian Yuliarto. ***