AYOJAKARTA.COM – Meski Anies Baswedan kerap kali menduduki peringkat ke-3 dalam survei elektabilitas Capres 2024 namun pengamat politik mengungkap bahwa ada potensi pendukung besar yang dimilikinya.
Anies Baswedan sendiri tidak terlalu mempermasalahkan mengenai hasil dari sejumlah lembaga survei yang menempatkan dirinya di urutan nomor 3.
Karena hal ini juga pernah terjadi pada saat Anies Baswedan dalam Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2017 lalu.
Baca Juga: Gibran Usai Dipanggil DPP PDIP Terkait Pertemuannya dengan Prabowo: Saya Tegak Lurus Arahan Ketum
Pada saat survei pemilihan Gubernur Jakarta tersebut, Anies Baswedan tidak pernah menduduki peringkat 1.
Namun nyatanya ia berhasil terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dengan didampingi Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur.
Padahal seminggu sebelum Pilkada, Anies dan Sandi masih berada di urutan nomor 3. Sehingga ketika Anies kembali mendapatkan urutan nomor 3 dalam hasil lembaga survei ini tidak menciutkan semangatnya.
Anies Baswedan tetap yakin dan optimis bahwa ia selalu akan mendapatkan peluang untuk dapat memenangkan Pilpres nanti.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube MetroTV (22/5/2023), Pengamat Politik Henri Satrio menyampaikan bahwa jarang ada yang membahas mengenai swing voters dalam pemilihan presiden 2024.
Padahal menurutnya swing voters merupakan hal yang penting dan menarik untuk diamati. Swing voters merupakan masyarakat yang dalam memilih pilihannya masih dimungkinkan untuk berubah menjadi pilihan yang lain.
Menurut Henri, dalam data pilihan masyarakat mengenai Capres 2024, orang-orang yang memilih Anies memiliki kecil kemungkinan untuk berpindah memilih Capres lain.
Berbeda halnya dengan pemilih Prabowo atau Ganjar yang memiliki angka tinggi untuk swing voters, jadi Anies masih memiliki peluang besar yang disimpan oleh swing voters.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ngotot Ingin Lolos dari Hukuman Mati dengan Upaya Kasasi, Akankah Dapat Kesempatan?
Tidak bisa dipungkiri bahwa potensi besar dukungan Anies Baswedan dalam swing voters ini menjadi kekhawatiran dari para pendukung Ganjar Pranowo maupun pendukung Prabowo Subianto.
“Swing voters ini untuk peringkat 1, peringkat 2 artinya Pak Ganjar atau Pak Prabowo itu tinggi sekali. Sementara Swing Voters untuk Mas Anies itu kecil. Artinya begini, swing voters adalah kelompok masyarakat yang pilihannya masih bisa berubah,” kata Henri Satrio.
“Masih bisa mereka mengganti pilihan dari yang tadinya Ganjar atau Prabowo bisa jadi ke Anies. Nah ini besar sekali swing voters ini, inilah ditakutkan oleh para pendukung di peringkat 1 dan peringkat 2,” lanjutnya.***