News

Berakhir Merugi Sampai Gulung Tikar, Ini Sejarah Toko Buku Gunung Agung yang Berawal dari Kios Kecil

Oleh: Linda Wati Minggu 21 Mei 2023, 21:39 WIB
Sejarah Toko Buku Gunung Agung yang Berawal dari Kios Kecil

AYOJAKARTA.COM - Sampai trending di Twitter, berita soal Toko Buku Gunung Agung yang mengalami kerugian.

Akibat kerugian yang didapat, Toko Buku Gunung Agung rencananya akan menutup seluruh outlet pada akhir 2023.

Berdasarkan informasi yang didapat, sejak pandemi Covid-19, Toko Buku Gunung Agung ini telah melakukan langkah efisiensi dengan menutup beberapa toko atau outlet.

 Baca Juga: Anies Baswedan Tegas Tangkis Pernyataan Dengan Kenyataan: Saya Intoleran, Ada Contohnya Tidak?

Siapa sangka, toko buku yang penuh dengan kenangan ini terpaksa harus tutup.

Toko buku ini terbilang sudah cukup tua. Seperti yang dikutip dari akun Twitter @MikaelDewabrata pada Minggu, 21 Mei 2023, toko ini berawal dari kios kecil.

Pendirinya lahir di Batavia, 8 September 1927 dengan nama Tjio Wie Tay dan meninggal pada 24 September 1990.

“Gunung Agung didirikan oleh Tjio Wie Tay (1927 - 1990) atau Haji Masagung di Kwitang, Jakarta Pusat di tahun 1953. Awalnya, bisnisnhya dari kios sederhana jualan buku, koran, dan majalah,” cuitnya.

  Baca Juga: Temui Partai Nasdem, Anies Baswedan Mengaku Bangga dengan Surya Paloh

Kemudian ketiga bisnis itu terus tumbuh, dan Firma Gunung Agung dibangun, cikal bakal bisnis Grup Gunung Agung.

Pada 1945, ia merintis usaha toko buku, impor, agen rokok dan bir bersama rekannya.

Kemudian pada 1953, ia membuka toko buku dan penerbitan sendiri di Kwitang yang dinimai Toko Buku Gunung Agung.

Lalu pada 1958, Gunung Agung dipercaya pemerintah untuk menggelar pameran buku Indonesia di Malaka dan Singapura.

Dan pada 1966, Penerbit dari toko buku ini dipercaya menerbitkan terjemahan otobiografi Presiden Soekarno “Penyambung Lidah Rakyat Indonesia “.

Selanjutnya toko buku ini sempat dikelola di bawah PT Toko Gunung Agung Tbk yang didirikan pada 1980.

Dikutip dari cuitan Twitter @MikaelDewabrata, PT Toko Gunung Agung Tbk lalu diakuisisi oleh PT Permata Prima Energi dalam rights issue senilai Rp 480 miliar di bulan Maret 2013.

Seluruh aset/bisnis toko bukunya dialihkan ke PT GA Tiga Belas. Status PT GA Tiga Belas adalah perusahaan tertutup.***

Reporter Linda Wati
Editor Aulli R Atmam