AYOJAKARTA.COM - Setiap tahun pada tanggal 20 Mei, Indonesia merayakan Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas.
Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas adalah masa bangkitnya rasa dan semangat persatuan serta nasionalisme untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, dan berujung lahirnya politik Etis pada tahun 1899 menjadi embrio Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas.
Sebab dengan adanya politik etis atau balas budi, setelah sebelumnya Belanda menjalankan politik tanam paksa, orang-orang memiliki ruang untuk berkembang.
Bidang Irigasi, emigrasi serta edukasi yang menjadi tiga poin politik etis menjadi momentum berharga bagi kaum pribumi.
Pada tahun 1901 hingga 1908 melalui majalah Retno Dumilah, dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Yayasan Beasiswa untuk menghimpun beasiswa bagi kaum priyayi.
Gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo tersebut menarik minat Sutomo yang merupakan mahasiswa STOVIA.
Selanjutnya, pada tanggal 20 Mei 1908, Sutomo membentuk organisasi modern di Indonesia yang diberi nama Budi Utomo.
Sebagai organisasi, Budi Utomo berusaha untuk mengupayakan perbaikan dalam bidang pendidikan dan pengajaran.
Baca Juga: Sambut Hari Kebangkitan Nasional, Semangat dalam Mengenang Perjuangan, Sejarahnya Membuat Haru!
Setelah mengadakan kongres pertama pada tanggal 3 hingga 5 Oktober 1908 di Yogyakarta, Budi Utomo meluaskan peranannya.
Selain meningkatkan pendidikan dan pengajaran, program pertanian, peternakan dan perdagangan juga menjadi tanggung jawab RT Tirto Kusumo selaku Ketua.
Selama berlangsungnya proses tersebut, pada periode tahun 1908 sampai dengan 1928 kemudian mulai lahir sejumlah organisasi modern.
Baca Juga: Ini 10 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2021 yang Cocok Dibagikan Lewat WA dan IG
Partai politik pertama yang bernama Indische Partij lahir pada tahun 1912, organisasi Sarekat Dagang Islam bentukan Haji Samanhudi kemudian lahir di Solo.
KH Ahmad Dahlan pada tahun 1912 juga mendirikan organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta, dan KH Hasyim Asy'ari dengan Nahdlatul Ulama di Surabaya.
Selain partai dan organisasi sosial keagamaan, Djiwo Sewoyo juga mendirikan organisasi dengan nama Asuransi Bumi Putra di Magelang.
Baca Juga: Ikuti Bimtek, 768 Tenaga Pendukung Diminta Fokus Melayani Jemaah Haji
Pada tanggal 30 April sampai dengan 2 Mei 1926, para pemuda melakukan Kongres pertama yang diadakan di Jakarta.
Hasil dari kongres Pemuda I tersebut adalah menerima cita-cita persatuan Indonesia dan menghilangkan pandangan adat yang bersifat kedaerahan serta kolot.
Pada 28 Oktober 1928, Kongres Pemuda II yang diselenggarakan di Jakarta, kemudian menyepakati lahirnya Sumpah Pemuda.
Sejak periode tersebut, perjuangan panjang Indonesia kemudian membuahkan Kemerdekaan yang terjadi pada 17 Agustus 1945.
Pada 20 Mei 1948, Presiden Soekarno kemudian menetapkan bahwa tanggal 20 Mei 1908 merupakan Hari Kebangkitan Nasional.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Minggu, 21 Mei 2023 dari kanal Youtube Dunia Agit –Law School. ***