AYOJAKARTA.COM – Masih menjadi perbincangan di media sosial terkait 32 biksu atau bhikku yang melakukan thudong atau berjalan dari Thailand menuju Borobudur, Magelang, Indonesia.
Puluhan biksu berjalan kaki secara berurutan memanjang ke belakang dengan pakaian khas dan didampingi oleh tim terdiri atas petugas keamanan dan kesehatan, seperti banser dan ambulan.
Perjalanan para biksu ini menjadi sorotan. Mereka diperkirakan akan sampai di Borobudur pada 2 Juni 2023, dan akan merayakan puncak Waisak pada 4 Juni 2023.
Diketahui, banyak fakta yang belum diketahui terkait biksu.
Banyak video viral di mana masyarakat Indonesia menyambut lewatnya para biksu di pinggir jalan. Video perjalanan biksu tersebut yang menjadi viral di media sosial.
Namun, banyak yang melihat bahwa para biksu ini sangat fokus dalam perjalanannya dan hanya melambaikan tangan kepada masyarakat.
Fakta pertama, seorang bhikkhu atau biksu memang harus berusaha untuk menghindari sentuhan dengan lawan jenis. Ini merupakan salah satu peraturan untuk para Bhikkhu dan peraturan ini dibuat demi kemajuan batin para Bhikkhu itu sendiri.
Fakta selanjutnya, adalah jadwal makan para biksu. Mungkin terlihat unik bagi beberapa orang. Diketahui bahwa para Bhikku hanya boleh makan di pagi dan siang hari atau dari matahari terbit hingga tepat tengah hari. Setelah lewat pukul 12 siang para Bhikku hanya boleh minum hingga esok pagi.
Baca Juga: Netizen Terharu Lihat Warga Bantu Para Biksu yang Berjalan Kaki ke Candi Borobudur: Keren Banget!
“Jadi kalau berjumpa dengan para Bhikku lewat pukul 12 siang jangan ditawari gorengan atau bakso ya teman-temin, cukup air minum saja ya,” terang akun Twitter Young Buddhist Association.
Fakta terakhir yang unik adalah hidup dengan tiga posisi tubuh yaitu berjalan, berdiri, dan duduk, serta menghindari berbaring. Hal ini termasuk satu dari 13 ketentuan dalam praktik Dhutanga, atau Thudong, dikutip dari @theravadinGL.
Diketahui, para bisku atau Bhikkhu yang melakukan Thudong per hari ini sudah tiba di Cirebon. Mereka akan singgah di Cirebon untuk istirahat sebelum kembali melaksanakan perjalanan hingga tiba di Borobudur untuk beribadah Waisak.***