News

Anak Zaman Now Wajib Tahu! Ternyata Ini Makna Lukisan Lukisan Pangeran Diponegoro di Rumah Anies Baswedan

Oleh: Karseno AJ Selasa 16 Mei 2023, 22:44 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM -- Jika menyambangi kediaman Anies Bawedan, tepatnya di ruang pendopo pendidikan; sorot mata siapapun akan terhipnotis dengan sejumlah lukisan.

Dalam ruang pendopo rumah Anies Baswedan terpajang lukisan bergambar Pangeran Diponegoro, serta sejumlah pahlawan nasional bangsa Indonesia.

Lukisan bergambar para pendiri bangsa dengan Pangeran Diponegoro di ruang pendopo rumah Anies Baswedan tersebut, terpajang secara berseberangan.

Baca Juga: Jusuf Kalla Bicara Soal Cawapres Anies Baswedan: AHY Punya Kemampuan untuk Itu

Lukisan Pangeran Diponegoro tersebut terpajang pada sisi timur, sedang para pahlawan pendiri bangsa berada di sisi barat.

Seakan sedang berhadapan dengan para pendiri bangsa, lukisan Pangeran Diponegoro terpajang tanpa hiasan.

Penempatan sejumlah lukisan para pahlawan tersebut, menurut Anies memiliki makna yang dianggapnya relevan dengan sejarah bangsa.

Menurut Anies, Pangeran Diponegoro merupakan seorang figur pejuang yang serius dalam melawan ketidakadilan di zaman itu.

Baca Juga: BLAK-BLAKAN Jusuf Kalla Dukung AHY Jadi Bakal Cawapres Anies Baswedan, Sempat Puji Soal Kemampuannya, Apa?

Karena dia salah satu pejuang melawan kolonialisme yang punya dampak panjang,” jelas Anies tentang makna penempatan lukisan.

Anies menambahkan, Pangeran Diponegoro merupakan tokoh penting yang berhasil membangun gerakan melawan kolonialisme.

“Pemberontakan yang dilakukan bukan tentang tahta, bukan tentang mendapatkan unsur kekuasaan dalam kerajaan,” terang Anies.

Perlawanan yang dilakukan Pangeran Diponegoro, menurut Anies adalah perlawan melawan praktik penindasan.

Pemberontakan Pangeran Diponegoro terhadap Belanda, oleh sebagian orang juga disebut sebagai perang Ratu Adil sehingga diikuti oleh banyak rakyat.

Sebab perlawanan fisik yang dilakukan Pangeran Diponegoro kepada Belanda pada tahun 1825 sampai dengan 1830, memiliki dampak besar.

Baca Juga: Ramai Diusulkan, Jusuf Kalla Beberkan Soal Peluang AHY Sebagai Kandidat Bakal Cawapres Bagi Anies Baswedan

“Konsekuensinya, Belanda kerepotan menghadapi perang ini karena habis banyak uang kas,” imbuh Anies.

Untuk memperbaiki kondisi keuangan, Belanda selanjutnya memberlakukan politik tanam paksa kepada rakyat yang menimbulkan penderitaan luar biasa.

“Yang kemudian di Belanda sendiri terjadi reaksi, mereka memprotes atas tindakan yang tidak berperikemanusiaan di kawasan Nusantara,” tambah Anies.

Akibat adanya perseteruan tersebut, Belanda kemudian memberlakukan kebijakan politik etis atau politik balas budi.

Dengan adanya politik tersebut, maka pemerintah Belanda mulai mendirikan sejumlah fasilitas untuk kepentingan pribumi.

“Dari situ kemudian muncul kelas terdidik, yang kemudian membawa Indonesia dalam perjuangan politik yang berujung pada kemerdekaan,” terang Anies.

Berdasarkan realitas sejarah tersebut, Anies menganggap hulu dari pergerakan bangsa Indonesia diwakili oleh Pangeran Diponegoro.

“Soekarno-Hatta dan generasinya tidak akan mendapatkan kesempatan pendidikan, kalau tidak ada politik etis,” jelas Anies.

Dan menurut Anies, politik etis tidak akan ada jika tidak ada politik tanam paksa yang diawali dengan perlawanan Pangeran Diponegoro.

“Pangeran Diponegoro adalah pemimpin yang menggerakkan,” pungkas Anies seperti dikutip Ayojakarta pada Selasa, 16 Mei 2023 dari kanal Youtube Anies Baswedan.***(Karseno AJ)

Reporter Karseno AJ
Editor Wahyu Vitaarum