AYOJAKARTA.COM –- Ustaz Hanan Attaki merupakan pendakwah yang gaya ceramahnya bergaya anak muda dan dekat dengan keseharian.
Kabar mengenai Ustaz Hanan Attaki yang dibaiat jadi warga NU (Nahdlatul Ulama) mengejutkan publik mengingat ia dibaiat di Jawa Timur yang mana selama ini kerap kali menolak ceramahnya.
Karena berdasarkan kabar yang ramai beredar, ceramah Ustaz Hanan Attaki sempat dibubarkan oleh GP Ansor karena dinilai tidak sesuai dengan kultur dan budaya masyarakat Jawa Timur.
Baca Juga: Kisah Ustaz Hanan Attaki Dulu Pernah Dibubarkan Banser dan Ditolak hingga Kini Dibaiat Masuk NU
Ustaz Hanan Attaki juga dianggap sebagai golongan kaum Wahabi atau aliran yang dianggap sebagai reformasi keagamaan.
Namun ternyata Ustaz Hanan Attaki dibaiat di Jawa Timur tepatnya di Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube GNMU TV (13/5/2023), setelah dibaiat menjadi warga NU, Ustaz Hanan Attaki sembat mendapat roasting dari KH Anwar Zahid.
“Dulu kok tersesat kaya gini, boleh dong kita tahu. Nggak maksudnya bukan bukan, diam dulu, maaf maaf bukan tersesat bukan, saya pengin, kita ya kita semua nggak cuma saya pengin tahu pengalaman-pengalaman,” tanya KH Anwar Zahid.
Pertanyaan tersebut membuat gelak tawa dari yang mendengarkan di Ponpes Sabilurrosyad ketika menilai bahwa Hanan Attaki sebelumnya tersesat.
Baca Juga: Ustaz Hanan Attaki Baiat ke NU, Nama Abu Janda 'Disenggol' Netizen, Ada Apa?
Menurut pengakuan Hanan, ia mengenal pengasuh Ponpes Sabilurrosyad KH Marzuki Mustamar dari istrinya.
KH Marzuki Mustamar merupakan salah satu pengajar ketika istri Hanan masih belajar di Madrasah Aliyah di Malang.
Hanan Attaki pertama kali datang ke Ponpes Sabilurrosyad pada bulan Syawal kemarin dan merasa kagum dengan kesalehan dan kekhidmatan KH Marzuki Mustamar sebagai ulama.
Baca Juga: Ustaz Hanan Attaki Resmi Mengiklarkan Diri Sebagai Anggota Nahdlatul Ulama
Mendengar nasihat yang diberikan oleh KH Marzuki Mustamar, Hanan merasa hatinya tersentuh dan mendapatkan sesuatu yang selama ini ia cari.
“Beliau paham betul cara memberi nasihat kepada seseorang sehingga seperti Kyai tadi langsung dari hati sampai ke hati,” kata Hanan.
Hanan menyampaikan bahwa dirinya bukan salah memilih guru atau kelompok pada sebelumnya tetapi ia merasa saat ini ia sudah bertemu dengan seseorang yang bisa membimbingnya dalam dakwah selanjutnya.
KH Anwar Zahid menilai bahwa Hanan memiliki niat yang luar biasa agar bisa berada di jalan yang benar begitupun dengan orang-orang hijrah lainnya.***(Awit Wiarni)