News

Jelang Pemilu 2024, Anies Baswedan Ingatkan Pentingnya Kewenangan Berada di Tangan Rakyat

Oleh: Karseno AJ Selasa 09 Mei 2023, 16:08 WIB
Anies Baswedan Ketika Lakukan Pidato Politik

AYOJAKARTA.COM - Dalam pidato politik yang dilakukan pada Minggu 7 Mei 2023 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Anies Baswedan mengingatkan pendukungnya untuk berani jujur.

Menurut Anies Baswedan, kejujuran adalah bukti kepercayaan diri setiap orang terlebih menjelang perhelatan pesta demokrasi.

Berbekal kejujuran, Anies Baswedan yakin akan dapat mengantarkan setiap orang kepada kemenangan-kemenangan.

“Tunjukkan bahwa kita punya rekam jejak, gagasan dan karya yang baik karena kita punya semua itu, maka kita tidak perlu berbohong,” ujar Anies Baswedan dalam pidatonya.

Baca Juga: Watak dan Kepribadian Ganjar Pranowo Berdasarkan Primbon Jawa, Ternyata Sosok yang Seperti Ini

Kebohongan adalah dampak dari adanya implementasi rekam jejak, rekam gagasan dan rekam karya yang buruk.

Sehingga keburukan tersebut harus selalu ditutupi dengan sikap tidak jujur agar terlihat sebagai sesuatu yang baik lagi jujur.

Adanya pemikiran bagi sebagian masyarakat yang menilai bahwa politik merupakan sesuatu yang buruk dan sulit untuk dipercayai, Anies Baswedan memberi pernyataan.

“Karena itu, kalau kita menyaksikan ada kebohongan diproduksi, sebenarnya itu adalah cerminan atas ketidakpercayaan diri yang dimiliki,” jelas Anies Baswedan.

Baca Juga: Jadi Sorotan, Ini Kriteria Utama Bakal Cawapres Pendamping Anies Baswedan! Anies: Harus ….

Oleh sebab itu yang sangat penting dilakukan calon pemimpin adalah bersikap jujur dan menampakkan kenyataan.

Dengan kenyataan yang berlandaskan pada kejujuran tersebut maka kemenangan dalam mempertarungkan gagasan, rekam jejak serta karya akan terwujud.

Selain mengingatkan ribuan pendukung untuk mengedepankan kejujuran, Anies Baswedan juga mengingatkan pentingnya kebersamaan sebagai modal peradaban bangsa.

Meski berbeda dan berlawanan dalam aspek gagasan, rekam jejak serta karya, hal tersebut tidak lantas menjadikan perbedaan sebagai sesuatu yang harus ditiadakan.

Baca Juga: Bongkar Watak Asli Anies Baswedan Lewat Primbon Jawa, Ternyata Sosok dengan 3 Karakter Ini, Salut!

Sebab menurut Anies Baswedan, makna kata musuh dengan lawan memiliki artikulasi serta karakteristik yang sangat berbeda.

“Ya kita berlawanan dalam gagasan, jejak juga karya tetapi bukan musuh, musuh saling menghabisi sedangkan lawan saling menguatkan,” imbuh Anies Baswedan.

Selanjutnya, Anies Baswedan memberi ilustrasi bahwa lawan dalam perdebatan adalah teman dalam berpikir.

Baca Juga: Pidato di Hadapan Ribuan Pendukung, Anies Baswedan Sebut Soal Pemilu 2024 harus Netral dari Intervensi, Siapa?

Dalam konteks politik serta pemilihan umum yang dalam waktu dekat akan diselenggarakan, gagasan tersebut penting untuk dibuktikan.

“Di dalam proses pemilihan presiden dan lawan dalam pemilu, mereka adalah teman dalam demokrasi,” tegas Anies Baswedan yang disambut ribuan pendukung.

Lebih lanjut Anies Baswedan menjelaskan bahwa dalam transisi demokrasi tidak ada kekuasaan yang berpindah sebab kekuasaan selalu berada di tangan rakyat.

“Yang berpindah itu adalah kewenangan untuk melakukan kekuasaan rakyat,” pungkas Anies Baswedan dikutip Ayojakarta pada Selasa 9 Mei 2023 dari YouTube tvOnenews.***

Reporter Karseno AJ
Editor Fathul Amanah