News

Nadiem Makarim Beri Solusi Terkait Nasib Guru Honorer, Apa Saja yang Ditawarkan? Selengkapnya!

Oleh: Jasmi Anes Minggu 07 Mei 2023, 21:34 WIB
Sri Mulyani dan Nadiem Makarim

AYOJAKARTA.COM - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia (Mendikbudristek) berikan solusi terkait tenaga honorer.

Nasib guru honorer memang masih menjadi perhatian pemerintah hingga saat ini.

Belum lama ini, diketahui mendikbudristek bersama tiga menteri lainnya tengah mencari solusi terkait nasib pegawai non-ASN.

Baca Juga: Kenali! Inilah 3 Faktor yang Menyebabkan Intensitas Banjir di Jakarta Tinggi, Poin Terakhir Wajib Diwaspadai!

Antara lain bersama Kementerian Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Keuangan; serta Kementerian Dalam Negeri.

Dalam pernyataanya Abdulan Azwae Annas (MenPAN RB) mengatakan dirinya bersama tiga menteri lainnya tengah mencari solusi alternatif yang terbaik bagi non-ASN.

Terutama masalah guru-guru di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Diketahui per 1 Mei 2023, usulan formasi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang diterima sebanyak 266.560 formasi.

Baca Juga: MAKIN NGAWUR! Tiktoker Bima Yudho Dirujak Warganet Usai Nyinyiri Presiden Jokowi Saat Kunjungi Lampung

Dalam kesempatan ini, Nadiem Makarim mengatakan jajarannya mencari cara untuk mempercepat penyelesaian tenaga guru non-ASN ini.

Sebagai mendikbutristek ia menyoroti nasib para pegawai guru honorer yang jumlahnya tak sedikit.

Salah solusi yang dikatakan Mendikbudristek adalah mendorong pemerintah daerah untuk mengusulkan formasi guru sesuai dengan kebutuhan.

“Itu yang kita ingin lebih banyak lagi guru non-ASN yang layak menjadi PPPK. Dan juga kami memikirkan bagaimana kedepannya kita menyelesaikan masalah kebutuhan guru ini secara lebih efisien,” ungkap Nadiem dikutip AyoJakarta.com dari laman Menpan.go.id.

Baca Juga: Terkuak Fakta Baru Tragedi Bus Masuk Jurang di Wisata Guci Tegal, Ini Dugaan Penyebabnya!

Dengan solusi langkah yang diusulkan Nadiem tersebut, diharapkan bisa memperbaiki nasib guru honorer lebih baik kedepannya.

Selain itu kerjasama pemerintah daerah dengan pusat juga sangat mempengaruhi proses percepatan dalam solusi terkait guru honorer.***

Reporter Jasmi Anes
Editor Jinan Vania Barizky