AYOJAKARTA.COM - Usai memutuskan berhenti sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, arah politik Sandiaga Uno menjadi pertanyaan.
Masyarakat awam beranggapan langkah Sandiaga Uno keluar dari partai yang telah membesarkan namanya tersebut, tentu bukan tanpa pertimbangan.
Wacana keinginan Sandiaga Uno untuk menempati posisi sebagai Bakal calon wakil presiden pada Pemilu 2024, kemudian berkembang.
Baca Juga: Kerap Disebut Tinggalkan Prabowo Demi Ganjar Pranowo, Ini Tanggapan Sandiaga Uno
Dugaan publik terhadap tujuan final Sandiaga Uno kemudian meruncing usai menteri Parekraf ini bergabung dengan partai berlambang kabah.
Dugaan bahwa Sandiaga Uno berhasrat untuk menjadi Cawapres semakin mengkristal tatkala dirinya dinobatkan sebagai figur yang pantas menjadi pendamping Ganjar Pranowo.
Dalam sebuah wawancara, Sandiaga Uno yang telah mengunjungi sebanyak 1.700 titik di Indonesia saat Pemilu 2019 lalu memberi keterangan.
Baca Juga: Dekat dengan PPP, Benarkah Sandiaga Uno Diminta oleh Presiden Jokowi? Menparekraf Beri Jawaban
Menurut Sandi, kelayakan dirinya sebagai Calon Wakil Presiden mendampingi Ganjar merupakan hasil dari pengumpulan data melalui sejumlah survei.
Sebagai pribadi yang cukup mempercayai pentingnya kalkulasi angka, Sandi tidak memungkiri bahwa hasil survei tersebut tidak bisa diabaikan.
Sandi menjelaskan bahwa dorongan-dorongan dari masyarakat terkait dirinya untuk memegang tampuk kepemimpinan Indonesia memang tidak sedikit.
Baca Juga: Soal Rencana Gabung PPP, Sandiaga Uno Beberkan Belum Final: Masih Proses
Menjadi Presiden atau Wakil Presiden merupakan harapan yang sering disampaikan masyarakat secara langsung kepadanya.
“Kalau dilihat dari survei, di wakil presiden presiden sudah terpampang di urutan tiga teratas,” ujar Sandi.
Namun demikian, sebagai bagian dari sebuah partai Sandi tidak menafikkan peran penting dari seorang pemimpin partai politik sebagai penentu kebijakan.
Baca Juga: Benarkah Sandiaga Uno Dilirik Partai Politik Karena Punya Banyak Duit? Lantas Berapa Kekayaannya?
“Tapi saya melihat, bahwa pada akhirnya pilihan itu tetap jatuh di tangan para pimpinan partai politik,” jelas Sandi.
Lebih lanjut Sandi menjelaskan bahwa harapan besar masyarakat atau hasrat politik apapun yang dimilikinya tidak akan berhasil tanpa restu pemimpin parpol.
Kepergian Sandi yang dianggap karena ingin menduduki kursi wakil presiden, membuat partai Gerindra kecewa dan merapatkan barisan.
Baca Juga: Ditanya Soal Alasannya Digadang-gadang Jadi Bakal Cawapres karena Kaya, Begini Jawaban Sandiaga Uno
Adanya anggapan bahwa keputusan Sandi ikut berdampak pada banyaknya rival politik kemudian merebak di masyarakat.
Sehubungan dengan hal tersebut, Sandi menilai bahwa dalam sebuah kontestasi hal semacam itu merupakan perkara yang biasa terjadi.
“Kontestasi ini kan bagian daripada kompetisi yang ujungnya nanti akan berkolaborasi, bertanding untuk bersanding,” jelas Sandi.
Baca Juga: Namanya Diklaim Bakal jadi Cawapres Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno Percayakan kepada Pimpinan Parpol
Perbedaan visi politik, menurut Sandi bukan persoalan yang berarti menabur permusuhan; melainkan justru untuk memperkaya keberagaman.
“Menurut saya bab ini sudah selesai, mari kita melangkah menatap masa depan,” pungkas Sandi seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 7 Mei 2023 dari Youtube KompasTV. ***