AYOJAKARTA.COM – Hampir sepekan, nama Yamitema Laoly yang merupakan putra Menkumham Yasonna Laoly menjadi pemberitaan media.
Tersorotnya Yamitema Laoly bermula dari cerita Tio Pakusadewo tentang pengalamannya selama di lapas dalam wawancara podcast bersama Uya Kuya.
Meski dalam wawancara Tio Pakusadewo tidak menyebut nama, akun Twitter @PartaiSocmed kemudian menulis tentang Yamitema Laoly.
Baca Juga: Jokowi dan Petinggi Parpol Koalisi Pemerintah Bertemu, Ternyata Ini yang Dibahas
Dari cerita Tio saat diwawancara Uya, publik kemudian mengetahui tentang adanya monopoli bisnis di dalam lapas yang dilakukan oleh anak seorang menteri.
“Maksud Tio Pakusadewo adalah Jeera Foundation, dengan perusahaannya PT Natur Palas Indonesia,” tulis akun Twitter @PartaiSocmed.
Akun twitter @PartaiSocmed selanjutnya menjelaskan tentang monopoli bisnis anak Yasonna Laoly sebagai Chairman dan Co Founder.
Berawal dari cerita Tio Pakusadewo serta cuitan di Twitter, pemberitaan mengenai putra Yasonna Laoly kemudian merebak di jagad medsos.
Gencarnya pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan Yamitema Laoly dalam memonopoli bisnis di lapas membuat Yasonna Laoly angkat bicara.
Menurut Yasonna, kabar yang menyebut bahwa putranya melakukan monopoli bisnis di dalam lapas merupakan kebohongan.
Di hadapan awak media, Yasonna menjelaskan bahwa Jeera Foundation yang menjadi sorotan merupakan yayasan pelatihan bagi warga binaan.
“Jadi Jeera Foundation itu adalah yayasan yang membina Napi, misalnya menjadi Barista,” jelas Yasonna Laoly.
Baca Juga: Kena Mental! Bengkel Hens Motor Tutup Usai Viral Diserang Netizen, Nggak Berani Buka Lagi?
Terkait dengan adanya anggapan di masyarakat yang menyebut bahwa putranya ikut berperan dan terlibat dalam monopoli bisnis di dalam lapas, Yasonna menepis.
Lebih lanjut Yasonna menuding bahwa pemberitaan terkait dengan anaknya tersebut merupakan urusan politik.
“Nggak ada perannya, yayasan aja dan dia nggak ikut di dalam, biasalah politik,” imbuh Yasonna kepada awak media.
Sehubungan dengan materi siniar yang kemudian menjadi pemberitaan luas dan dinilai sebagai urusan politik, Uya Kuya ikut memberi keterangan.
Menurut Uya, setiap percakapan di dalam podcastnya merupakan sebuah obrolan yang mengalir tanpa di dahului perencanaan.
“Apapun yang ada di podcast, saya tidak ditunggangi oleh siapapun, saya punya integritas, itu murni topik obrolan yang mengalir,” terang Uya.
Terkait dengan lahirnya potensi kebencian dari kalangan tertentu yang timbul lantaran wawancara di podcastnya, Uya kembali menanggapi.
“Saya tidak punya kepentingan apapun, dan saya tidak punya maksud atau tendensi untuk menjatuhkan siapapun,” imbuhnya.
Selain mengaku sebagai sosok yang tidak bisa dibeli, lebih lanjut Uya menyebut bahwa dirinya tidak takut menapaki proses kebenaran.
Demikian pernyataan Uya seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis, 4 Mei 2023 dari akun Instagram @indotoday. ***