AYOJAKARTA.COM - Mantan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Uno, mengklarifikasi alasannya hengkang dari partai berlambang garuda tersebut.
Hal itu disampaikan Sandiaga Uno ketika ia menghadiri acara Rosi di Kompas TV yang berjudul Sandiaga Uno, Tinggalkan Prabowo Demi Ganjar Pranowo?.
Dalam acara tersebut Rosi menanyakan pada Sandiaga Uno tentang kebenaran isu dirinya yang kurang bersinar di bawah kekuasaan Prabowo Subianto.
"Benar nggak tuh, bahwa kalau masih di Gerindra Mas Sandiaga Uno tuh kurang bersinar karena selalu dibayang-bayangnya Pak Prabowo?," tanya Rosi.
Lantas, Sandi pun menjelaskan bahwa pamitnya dari partai Gerindra bukan karena dirinya kurang bersinar selama ini, tetapi kekuasaan tertinggi memang dipimpin oleh Prabowo Subianto.
"Yang memegang tampuk pimpinan itu ya Pak Prabowo. Saya happy, saya udah 8 tahun ada di sana sebagai kader," katanya.
Baca Juga: PLT PPP Mardiono : Sandiaga Uno Cocok Dampingi Ganjar Pranowo Di Pilpres 2024 Sebagai Cawapres!
Sandi menegaskan dalam berpolitik tidak perlu baper dan tidak ada ruang untuk masalah personal.
"No heart feeling," kata Sandi.
Selanjutnya, Sandi mengatakan dirinya banyak belajar dari Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam parpol ia juga menjelaskan bahwa ada adab dan etika jika mau masuk dan pamit.
Meskipun demikian, ia tetap menghormati etika dan adab politik itu. Adapun salah satu alasan yang mendasar dirinya pamit yakni jika memiliki pemikiran lain dari partai, maka pintu akan terbuka dan dipersilakan pergi.
"Ya mestinya harus mengambil keputusan, jangan ada dalam, tapi tidak memiliki kesamaan pemikiran," kata Sandi yang dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV, Kamis (4/5).
Di samping itu Sandi merasa tidak keberatan ketika disebut sebagai gelandang politik. Sebab setiap orang punya kebebasan dalam memilih nahkodanya yang ditumpangi ketika berbeda pendapat.
"Saya siap jadi gelandang politik. Ya silahkan pintu di luar sana, silahkan pergi, Pak Habiburrahman juga menyampaikan bahwa enggak perlu pamit, enggak perlu permisi. Saya justru merasa perlu," jelasnya.