AYOJAKARTA.COM - Kematian Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu secara naas menimbulkan tanda tanya besar dari pihak keluarga.
Akan tetapi polisi tentunya akan terus melakukan penyelidikan terhadap tewasnya AKBP Buddy Alfrits Towoliu.
Kabarnya, pihak keluarga sempat menolak hasil penyelidikan pihak kepolisian terkait kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu yang dinyatakan meninggal karena bunuh diri.
Baca Juga: Link Download Naskah Pidato HARDIKNAS 2023 Resmi Dari Kemendikbud, Cocok Dibacakan Saat Upacara!
Cyprus A. Tatali yang merupakan paman dari AKBP Buddy mengungkapkan bahwa kehidupan korban bahagia dan sejahtera, dan menurut pamannya almarhum tidak mengidap gangguan jiwa.
"Karena dari keluarga, di tengah-tengah keluarga dalam kehidupan keseharian adalah bahagia dan sejahtera, yang kedua dia tidak ada riwayat gangguan jiwa," ungkap Cyprus A. Tatali.
Kemudian Cyprus A. Tatali menyampaikan bahwa sebelum kejadian naas tersebut, AKBP Buddy mengunjungi kantornya di Polresta Jakarta Timur.
Menurut penuturan Cyprus A. Tatali, AKBP Buddy sempat melakukan perbincangan membahas terkait renovasi ruang kerjanya.
Baca Juga: Rumah Ken Admiral Diduga Mendapat Teror, Ada Lemparan Batu, Kembang Hingga Jeruk Purut
"Dia (AKBP Buddy) berangkat dengan saudara dari rumah ke Polres Jakarta Timur, untuk apa? Yaitu saudara Nebi atau Janedi Togoliua ia mengajak untuk merehab tempatnya dia tugas baru yaitu Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur," ujar Cyprus A. Tatali.
"Dalam perbincangan itu, apa yang rencana rehab kepada saudara Nebi sudah dipahami, tau tau dia (AKBP Buddy) angkat telepon dia keluar, tidak bilang mau kemana," lanjutnya.
Barulah satu jam kemudian dikabarkan AKBP Buddy ditemukan tewas di rel kereta Stasiun Jatinegara.
Menurut penuturan Cyprus A. Tatali, AKBP Buddy keluar dari kantornya naik Grab entah mobil atau motor, serta keberadaan CCTV di area stasiun Jatinegara masih menjadi tanda tanya.
Baca Juga: BIKIN HARU! David Sangat Membaik, Sudah Bisa Jalan Hingga Makan Snack Tanpa Bantuan
"Dia keluar naik Grab, apakah Grab motor atau Grab mobil ini yang menjadi belum tahu. Kedua apakah di stasiun kereta Jatinegara ada CCTV atau apa itu juga menjadi pertanyaan-pertanyaan," tutur Cyprus A. Tatali.
Selain itu, Cyprus A. Tatali menyampaikan bahwa pihak keluarga masih menduga bahwa tidak mungkin AKBP Buddy tewas bunuh diri karena jabatan yang diterimanya saat ini.
"Karena tugas baru dia mau melangkah ini sangat sensitif, karena berhadapan dengan tugas baru ini yang menjadi pertanyaan kita apalagi di Jakarta Timur," ungkap Cyprus A. Tatali.
"Seperti itu kami menduga, tidak mungkin dia bunuh diri dengan kajian atau pandangan dari keluarga seperti tadi," sambungnya.
Kabar kematian AKBP Buddy ini masih menjadi teka-teki yang kemungkinan sulit untuk dipecahkan.
Sejauh ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab kematian AKBP Buddy Alfrits Towoliu.***