AYOJAKARTA.COM -- Provinsi Sulawesi Utara tepatnya di daerah Wakatobi diguncang gempa bumi dengan skala magnitudo M 6,4 pada pukul 15:23:44 WIB, tidak berpotensi tsunami.
Dikutip dari akun Twitter milik BMKG yakni @infoBMKG (22/4/2023), berdasarkan episentrumnya gempa bumi tersebut berada di lokasi 5.24LS, 125.60BT tepatnya 222 km Timur Laut Wakatobi Sulawesi Utara pada Kedalaman 10 Km.
BMKG mengatakan bahwa karena informasi ini membutuhkan kecepatan, maka kemungkinan akan berubah seiring kelengkapan data yang didapatkan.
"Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," tulis akun @InfoBMKG.
Daryono (Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG) menyampaikan melalui akun Twitternya bahwa gempa bumi tersebut disebabkan oleh aktivitas sesar di Laut Banda.
"Gempabumi Laut Banda M6,4 yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif di Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," tulis Daryono melalui akun Twitternya.
Baca Juga: VIRAL Seorang Perempuan Nangis Histeris, Diduga Ditinggal Sang Pacar di Pelabuhan
Dampak guncangan gempa bumi tersebut dirasakan di dua wilayah yakni Wakatobi dengan skala intensitas III- IV MMI.
Skala MMI III-IV dapat digambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Selain itu pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Wilayah lain yang dapat merasakan gempa tersebut adalah Buru Selatan dengan skala intensitas III dapat digambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Namun tak hanya gempa berkekuatan M 6,4 yang mengguncang wilayah tersebut, tercatat sebelumnya terjadi gempabumi pendahuluan (foreshock) dengan magnitudo M4,8. Hingga pukul 16.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 2 (dua) aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,5.
Pihak BMKG menghimbau masyarakat untuk terus waspada dan memantau situs atau media sosial resmi milik BMKG agar tidak termakan berita yang tidak benar.***(Ardiany Fitri Sholekah)