News

Ternyata Oh Ternyata, RA Kartini Disebut Penyair Prosa Lirik, Kok Bisa?

Oleh: Zharifah Ardiana Selasa 18 Apr 2023, 18:39 WIB
RA Kartini

AYOJAKARTA.COM - RA Kartini dikenal sebagai Tokoh pahlawan Nasional yang memiliki jasa memperjuangkan emansipasi wanita.

Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar setara dengan laki-laki yang ada zaman dahulu perempuan dianggap sangat rendah dan tidak memiliki hak, seperti hak pendidikan.

Hal ini sebagaimana diketahui kisah hidup RA Kartini yang hanya mengenyam bangku pendidikan dasar selama 12 tahun sebelum dipingit dan menikah orang pilihan orang tuanya.

Baca Juga: Tata Cara Salat Idul Fitri, Pahami Ketentuan, Niat dan Bacaannya!

Namun, dikutip oleh ayojakarta.com melalui sebuah jurnal dengan judul Kartini: Perjuangan dan Pemikirannya dari Sudrajat, Dosen Pendidikan Sejarah UNY pada 18 April 2023, RA Kartini juga disebut penyair prosa lirik. Kok bisa?

Penyair prosa lirik menurut Panuti Sudjiman adalah seseorang yang membuat karya sastra yang ditulis dalam ragam prosa, tetapi dicirikan oleh unsur- unsur puisi, seperti irama yang teratur, majas, rima, asonansi, konsonansi, dan citraan.

Bagaimana bisa RA Kartini disebut penyair prosa lirik di tengah keterbatasan perempuan menempuh pendidikan pada zaman itu?

Baca Juga: Mau Mudik Lebaran? Catat Deretan Nomor Penting Ini Untuk Waspada di Perjalanan

Kartini muda hanya mendapatkan pendidikan hingga 12 tahun, yang mana adalah pendidikan dasar. Hal ini karena perempuan tidak boleh mendapatkan pendidikan tinggi dan hanya bangsawan saja yang bisa mengakses pendidikan.

Europe Legere School, menjadi saksi bisa Kartini muda menjadi mahir berbahasa Belanda dengan semangat yang tinggi. Tidak hanya bercakap untuk sehari-hari, kemampuan Bahasa Belanda Kartini muda dalam hal membaca dan tulis menulis sangat bagus.

Hal ini yang membuatnya meskipun berhenti sekolah pada usia 12 tahun dan dipingit untuk menikah tidak membatasi RA Kartini dengan dunia luar.

RA Kartini kemudian rajin menulis surat dengan Stella Zeehadelaar merupakan anak seorang buruh pabrik gelas di Belanda. 

Baca Juga: Cek Kartu KKS Sekarang! Ada Saldo Masuk Rp400 Ribu BPNT Cair di Bank dan Wilayah Ini, PKH Tahap 2 Juga Cair?

Hubungan Kartini dengannya sebatas melalui surat dan mereka belum pernah bertemu muka secara langsung. Kartini mengenal namanya melalui advertensi.

RA Kartini rajin menuliskan surat tentang nasionalismenya bagaimana kondisi pribumi yang terjajah di sekitarnya, serta nasib perempuan yang amat sangat rendah dibandingkan dengan laki-laki pada eranya.

Tentu Kartini terinspirasi dari cerita sang sahabat pena yang mana hingar bingar kesetaraan gender dan hak yang diakui oleh Pemerintah.

Suryanto Sastroatmodjo, telah mengakui bahwa Kartini merupakan seorang penyair prosalirik yang sangat berpengaruh. 

Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Habib Jafar Pendakwah Unik, yang Punya Mobil Mewah dan...

Dalam surat-suratnya yang terkenal, Kartini berhasil mengungkapkan keadaan kaumnya dan harapan-harapannya untuk meningkatkan derajat wanita Indonesia.

Dalam surat-suratnya tersebut, Kartini juga mengungkapkan pemikirannya tentang nasionalisme dan perjuangan untuk meningkatkan derajat bangsa Indonesia. Kesatuan cerita yang dimiliki oleh surat-surat Kartini menunjukkan nilai sastra yang sangat tinggi.

Kumpulan surat tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk buku oleh JH Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht. Buku tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buku Door Duisternis tot Licht juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Agnes Louise Symmers dengan judul Letters of A Javanese Princess. Suryanto mengakui bahwa Kartini telah memberikan kontribusi besar dalam menginspirasi wanita Indonesia untuk bangkit dan melawan ketidakadilan gender.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Vincensia Enggar Larasati