AYOJAKARTA.COM – Yana Mulyana selaku Wali Kota (Walkot) Bandung saat ini tengah membuat geger publik.
Pasalnya, pada Jumat, 14 April 2023 kemarin, ia baru saja diciduk oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Wali Kota Bandung tersebut ditangkap oleh pihak KPK atas dugaan kasus suap berdasarkan laporan masyarakat.
Lebih parahnya lagi, Yana Mulyana rupanya tak hanya sendirian ditangkap oleh pihak KPK.
Baca Juga: Anter Musang King Sempat Jadi Kode ‘THR’ untuk Yana Mulyana, Kok Bisa?
Namun, ia diamankan beserta jajarannya, antara lain Andi Susanto selaku Ajudan Walikota, Khairul Rijal selaku Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, dan Rizal Hilman selaku Sekretaris Pribadi Yana.
Yana Mulyana sendiri diamankan oleh petugas KPK saat ia tengah bersama ajudan pribadinya.
Saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Yana Mulyana CS, pihak KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang senilai Rp924,6 juta.
“Turut diamankan barang bukti yang ditemukan dalam kegiatan tangkap tangan ini, berupa uang dalam bentuk pecahan mata uang rupiah, dollar singapura, dollar amerika, ringgit malaysia, yen, dan bath,” ungkap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, dilansir dari Suara.com pada Selasa, 18 April 2023.
Baca Juga: Yana Mulyana Diduga Terima Suap Rp 924,6 Juta dari Bandung Smart City, Inilah Profil dan Kekayaannya
Usai ditangkap pihak KPK, sederet perusahaan yang melakukan suap terhadap Yana Mulyana mulai diselidiki.
Wakil Ketua KPK yakni Nurul Ghufron menyebut jika ada dua perusahaan yang diduga melakukan suap terhadap Yana dalam proyek pengadaan CCTV Bandung Smart City.
Kedua perusahaan tersebut yaitu PT Citra Jelajah Informatika (CIFO) dan PT Sarana Mitra Adiguna (SMA).
KPK kemudian meringkus Sony Setiadi selaku CEO PT CIFO, Benny selaku Direktur PT SMA, dan Andreas Guntoro selaku Manajer PT SMA.
Berikut informasi dan profil dari kedua perusahaan tersebut.
Baca Juga: Ditangkap KPK, Ternyata Inilah Proyek yang Jadi Lahan Korupsi Wali Kota Bandung Yana Mulyana
1. PT Sarana Mitra Adiguna (SMA)
Perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa dan solusi keamanan CCTV Smart System sejak tahun 2020.
Beberapa produk yang didistribusikan oleh perusahaan ini antara lain Huawei HoloSens Series di Indonesia, System Integrator and Surveillance, dan Analytic System AI.
Baca Juga: Mengejutkan! Mata Uang dari 6 Negara Jadi Barang Bukti Kasus Korupsi Wali Kota Bandung Yana Mulyana
2. PT Citra Jelajah Informatika (CIFO)
Perusahaan ini berdiri sejak tanggal 17 Februari 2010 yang awalnya bergerak dalam bidang network integrator.
CIFO kemudian mengembangkan berbagai layanan yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi baik di instansi pemerintah maupun industri.***