AYOJAKARTA.COM - Belakangan publik disuguhkan dengan fenomena para pejabat yang gemar pamer harta atau flexing serta bergaya hidup hedon.
Tak sedikit bahkan yang akhirnya dipanggil KPK gara-gara hal tersebut.
Banyak pejabat ataupun keluarganya yang tak sungkan untuk memamerkan kekayaannya kepada rakyat.
Hal tersebut seolah jadi ironi di tengah masyarakat yang masih banyak hidup di garis kemiskinan.
Fenomena hidup hedon dan pamer harta para pejabat inipun dianggap tak sesuai dengan profil pekerjaan mereka.
Terkait ramainya fenomena flexing dan hidup hedon pejabat, baru-baru ini Vero yang merupakan Istri Panglima TNI Yudo Margono memberikan pesannya.
Hal itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah Instagram @insta_julid dan dikutip ayojakarta.com, Senin (17/4/2023).
Baca Juga: Terungkap! Ternyata Ini Perusahaan Konsultan Rafael Alun yang Mengakali Pajak sampai Rp100 Miliar
Dalam video tersebut, Vero Yudo Margono berpesan agar jangan bergaya hidup hedon.
"Berpesan tidak bosan-bosannya kepada ibu-ibu semuanya jangan bergaya hidup hedon, ya tetep," pesan Istri Laksamana Yudo Margono.
Pesan itu disampaikan Vero Yudo Margono agar ia juga tak lupa hal tersebut.
"Ini sambil saya cerita sambil lihat ke belakang tentang apa tentang sekarang biar saya nggak lupa mas," katanya.
Baca Juga: Mahfud MD ke DPR: Jangan Marahin Menteri, Kita Ini Sejajar, Memang Anda Siapa?
Menurutnya, sebagai istri prajurit sudah seharusnya hidup sederhana dan jangan pamer.
"Jangan pamer karena kita mengajarkan hidup sederhana, dari ujung rambut sampai ujung kaki semua sama kita," lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vero Yudo Margono juga menjelaskan aturan berpakaian dinas bagi istri prajurit.
Menurutnya, seorang istri prajurit hanya boleh memakai satu cincin.
Baca Juga: Deretan Koleksi Tas Mewah Milik Istri Walikota Pangkalpinang: Ada yang Seharga Rumah Subsidi
Perhiasan lain seperti gelang juga tak diperkenankan bahkan untuk jam tangan warnanya juga harus hitam dan tak boleh warna lain.
"Kalau berpakaian dinas seperti ini mas, kita hanya satu cincin. Nggak boleh dua, tiga, empat. Nanti disangka Tesi. Gelang pakai nggak boleh, gelang jam juga hitam, nggak boleh warna putih," jelasnya.
Aturan yang sama juga berlaku pada sepatu, busana hingga tas yang dipakai.
"Sepatu pun sama dari pangkat tamtama sampai jenderal sampai laksamana semua sama, tas sama, baju sama," terangnya.
"Jangan sampai sombong bu ya, cincin semua di sini penuh semua jari. Nanti ada yang nawar barang, ya itu berapa harganya?" timpal host.
"Ada jambret nanti mas," kata Vero Yudo Margono menanggapi.***