News

Soal OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Begini Reaksi Ridwan Kamil: Susah Diceritain Perasaannya

Oleh: Christy Ayu Saputri Minggu 16 Apr 2023, 12:07 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pastikan pelayanan publik warga Bandung menjelang mudik Lebaran 2023 tidak terganggu pasca OTT Wali Kota Bandung Yana Mulyana oleh KPK, Sabtu, 15 April 2023.

AYOJAKARTA.COM - Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna memastikan roda pemerintahan kotanya tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Hal itu ia sampaikan setelah Wali Kota Bandung Yana Mulyana terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Hari Ini Pemkot Bandung sedang mendapatkan musibah yang sangat luar biasa. Saya tentunya mewakili rekan-rekan birokrasi yang ada di Provinsi Kota Bandung menyatakan rasa prihatin yang sangat mendalam atas kejadian yang saya secara pribadi dan kedinasan baru mengetahui pagi hari," kata Ema Sumarna, dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Minggu (16/4/2023).

Baca Juga: Wali Kota Bandung Diduga Terima Suap Berupa Liburan ke Thailand: Everybody Happy

Terkait penangkapan salah satu pemimpin daerahnya, Ema Sumarna menyebut telah mendapatkan arahan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang sebelumnya telah berkunjung.

Ema Sumarna memastikan bahwa roda pemerintahan Kota Bandung tetap berjalan meski salah satu pemimpin daerahnya terjaring OTT KPK.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku sedih dan prihatin mendapat kabar Wali Kota Bandung Yana Mulyana terjaring OTT KPK pada Jumat (14/4/2023).

"Sebagai gubernur, saya sangat prihatin. Sebagai mantan Wali Kota Bandung, saya sangat sedih, susah diceritain perasaannya saat ini,"ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Gubernur Ridwan Kamil Tunjuk Ema Sumarna Jadi Plh Wali Kota Bandung, Usai Yana Mulyana Terjaring OTT KPK

Selain itu, Ridwan Kamil juga mengaku telah memastikan bahwa pelayanan publik warga Bandung tetap akan berjalan dan tidak akan terganggu.

"Saya tadi juga menitipkan pelayanan publik Warga Bandung Insha Allah tidak akan terganggu," ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya telah menetapkan Wali Kota Bandung Yana Mulyana sebagai tersangka kasus korupsi.

Yana Mulyana diduga telah menerima suap dan gratifikasi dalam pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet untuk proyek Bandung Smart City pada tahun anggaran 2022-2023.

Selain Yana Mulyana yang telah ditetapkan sebagai tersangka, KPK juga telah menetapkan tersangka lainnya yakni Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Bandung Dadang Darmawan, Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkot Bandung Khairul Rijal, Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (SMA) Benny, Manager PT SMA Andreas Guntoro.***

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Fathul Amanah