AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Bandung Yana Mulyana dan 5 orang lainnya telah ditangkap KPK pada saat OTT, diduga 6 orang ini menerima suap dan ditetapkan sebagai tersangka.
Sebagai Wali Kota Bandung, Yana Mulyana justru melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima suap pengadaan CCTV dan Internet Service Provider pada layanan digital Bandung Smart City.
KPK bergerak melakukan OTT karena sebelumnya terdapat laporan kecurigaan bahwa sejumlah penyelenggara negara menerima suap atas program Bandung Smart City yang melibatkan Wali Kota Bandung Yana Mulyana.
Wakil Ketua KPK Nurul Gufron menyampaikan bahwa sejak Jumat, 14 April 2023, pihaknya telah mengamankan 9 orang yang diduga terlibat suap, yang adalah:
Baca Juga: TAK SENDIRI, Wali Kota Bandung Yana Mulyana Ditangkap KPK dengan 8 Orang lainnya!
- Wali Kota Bandung, YM
- Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, DD
- Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, KR
- Staf Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, AI
- Ajudan Wali Kota, AS
- Staf Dinas Perhubungan Pemkot Bandung, WD
- Sekretaris Pribadi YM, RH
- CEO PT Vivo, SS
- Manager PT SMA, AG
Program Bandung Smart City sudah ada sejak tahun 2018, sedangkan Yana Mulyana baru dilantik menjadi Wali Kota Bandung pada tahun 2022.
Namun program Bandung Smart City masih terus melakukan peningkatan layanan hingga kini, salah satunya dengan menyediakan jasa internet dan dipasangnya CCTV.
Diduga PT Vivo memberikan suap kepada sejumlah penyelenggara negara Pemkot Bandung yang pada akhirnya karena pemberian suap ini, PT Vivo menjadi pemenang proyek penyediaan jasa internet yang nilai proyeknya adalah Rp2,5 miliar.
Menariknya saat, tersangka KR menerima uang suap tersebut mengatakan bahwa everybody happy, baik penerima maupun pemberi suap.
Baca Juga: Profil Yana Mulyana Wali Kota Bandung yang Kena OTT KPK, Dari Asal Usul Hingga Harta Kekayaan
“Setelah DD dan YM menerima uang, KR menginformasikan kepada RH dengan mengatakan ‘everybody happy’,” kata Nurul Gufron, dikutip dari YouTube KOMPASTV.
Selain itu YM, DD dan KR tidak hanya menerima uang saja tetapi difasilitasi untuk melakukan perjalanan ke Thailand oleh PT SMA.
“Sekitar Januari 2023, YM bersama keluarga, DD, dan KR juga menerima fasilitas ke Thailand dengan menggunakan anggaran milik PT SMA,” kata Nurul Gufron.
Fasilitas dugaan suap tersebut diberikan dengan alasan agar YM, DD dan KR dapat mengunjungi Smart City di Bangkok sebagai referensi Bandung Smart City.***