AYOJAKARTA.COM - Brand Tupperware yang sangat terkenal di kalangan emak-emak kini berada di ambang kebangkrutan.
Brand wadah makanan yang berasal dari Massachusetts Amerika Serikat ini telah mengumumkan bahwa keuangan mereka sedang tidak baik-baik saja.
Beberapa cuitan pun ramai membicarakannya pada platform Twitter pada Rabu 12 Maret 2023 dengan 14 ribu lebih Tweet.
Dikutip dari akun Twitter @Strategi_Bisnis (13/4/2023), harga saham Tupperware ini telah turun menjadi 95 persen, penjualan produknya pun turun sebanyak 40 persen.
Hal ini pun akhirnya dikaitkan dengan mutu produk yang menurun dan juga kurangnya inovasi dengan model-model baru yang kekinian.
"Dulu, Tupperware ini produk dapur yg unggul. Namun dlm 5 thn ini penjualannya secara global anjlok 40%. Harga saham turun 95%," tulis akun Twitter @Strategi_Bisnis.
"Banyak yg bilang mutu produk sekarang jelek. Padahal dulu awet banget. Jg kurang inovasi model2 baru yg kekinian," lanjutnya.
Selain itu dikatakan pula melalui akun tersebut bahwa produk Tupperware memang mengalami penurunan selama 15 tahun terakhir ini, karena produk yang saat ini beredar lebih ringkih.
Melihat unggahan tersebut beberapa warganet pun memberikan komentarnya yang membenarkan bahwa pernyataan terkait turunnya mutu Tupperware kini.
"Betul mutu nya udah jelek sekarang. Dulu itu tikus-tikus gak doyan gigitin tupperware, kalau produk-produk sekarang entah kenapa tikus sering banget digigitin tikus.
Jadi mikir bahkan tikus pun jadi pertimbangan kualitas suatu produk ya," tulis akun @TTTTYYYYOOOO.
"Betul kualitas menurun, yang baru-baru malah lebih pada makin tipis. Sudah gitu tergempur produk china yang murce-murce lucu-lucu. Ya gimana ya?" tulis akun @fatkah.
"Iyaa kurang inovasi sih. Kalo tupperware bisa ngejawab keluhan ibu-ibu yang bawain anaknya tupperware ke sekolah terus ilang. Asli itu produk bakal laku sampe sekarang," tulis akun @txtdariben.***