AYOJAKARTA.COM - Operasi Tangkap Tangan yang dilakukan KPK terhadap Muhammad Adil Bupati Meranti mengejutkan banyak pihak.
Pasalnya Muhammad Adil tak hanya terlibat dalam satu kasus, namun berdasarkan keterangan dari Alexander Marwata yang merupakan Wakil Ketua KPK ia terlibat dalam tiga kluster.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Senin (10/4/2023), dugaan dosa-dosa yang dilakukan oleh Muhammad Adil adalah berupa pemotongan anggaran beberapa dinas yang berada di lingkungan Pemkab Meranti.
Baca Juga: Segera Lakukan Pemanggilan Firli Bahuri, Dewas KPK Diduga Tidak Bisa Bertindak Objektif, Kenapa?
Selain itu, juga terkait penerimaan fee dari jasa umrah dan pemberian suap kepada BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).
"Tiga klaster kegiatan tangkap tangan ini, yang pertama adanya pemotongan anggaran seolah utang, adanya pemotongan anggaran seolah utang kepada penyelenggara negara tahun 2022 hingga 2023,"ucap Alexander Marwata.
"Yang kedua dugaan penerimaan fee dari jasa travel umrah dan yang ketiga terkait dugaan korupsi pemberian suap pengkondisian pemeriksaan keuangan tahun 2022 di lingkungan pemerintahan Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau," lanjutnya.
Selain hal tersebut, muncul salah satu pertanyaan dari awak media yang menarik perhatian yakni terkait dugaan salah satu tersangka yakni FN Kepala BPKAD Meranti adalah istri siri dari Muhammad Adil.
Baca Juga: Terciduk Lakukan 3 Korupsi Sekaligus, Bupati Meranti Muhammad Adil: Mohon Maaf Saya Khilaf
Hal ini kemudian dijawab oleh Alexander Marwata bahwa pertanyaan tersebut di luar dari perkara korupsi dan merupakan ranah pribadi dari yang bersangkutan.
"Saya kira nggak perlu dijawab ini karena nggak ada hubungannya dengan kan, biarlah menjadi urusan pribadi dari yang bersangkutan," ucap Alexander Marwata.
Sebelumnya dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Senin (10/4/2023), FN merupakan salah satu tersangka dalam tiga perkara sekaligus.
Selain menjabat sebagai salah satu pejabat Pemkab, ia juga merupakan seorang Kepala Cabang PT TM yang memberikan uang kepada Muhammad Adil sebesar Rp 1,4 miliar.
Baca Juga: Jadi Tersangka Atas Tiga Kasus Korupsi Oleh KPK, Bupati Meranti: Saya Mohon Maaf
Ia juga berperan dalam dalam kasus suap kepada tersangka auditor BPK RI guna meloloskan bagian keuangan di Kabupaten Meranti dengan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).
Lebih lanjut FN juga berperan dalam pengumpulan uang setoran dari beberapa dinas kepada Muhammad Adil hingga terkumpul uang sebanyak Rp 26 miliar.
Hingga kini belum ada klarifikasi dari pihak Muhammad Adil terkait kabar yang beredar soal FN yang diduga merupakan istri sirinya.
Namun dari berbagai sumber dikatakan bahwa Bupati Meranti tersebut telah memiliki seorang istri sah bernama Rinarni.***