AYOJAKARTA.COM - Elektabilitas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dikabarkan menurun usai Piala Dunia U-20 batal terselenggara di Indonesia.
Bahkan, menurut para pengamat, peluang Ganjar untuk diusung sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 kini semakin menipis.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui kanal Youtube Metro Tv pada 7 April 2023, hasil survei menyatakan bahwa elektabilitas Ganjar Pranowo menurun.
Menurut Merdeka Institut Publik Opinion Survey (MIPOS), hasil survei mereka yang menunjukkan elektabilitas Ganjar saat ini hanya sebesar 16,8 persen dari survei sebelumnya yang mencapai 20 persen.
Sementara itu, elektabilitas calon presiden tertinggi saat ini diduduki oleh Prabowo Subianto dengan 33,6 persen, diikuti oleh Anies Baswedan dengan 21,5 persen.
Menurut para pengamat politik, penurunan elektabilitas Ganjar tersebut disebabkan oleh sikapnya yang membuat gaduh dengan menolak kedatangan Timnas Israel pada ajang Piala Dunia U-20.
Baca Juga: Waduh! Dampak Tolak Kehadiran Israel di Piala Dunia U20, Elektabilitas Ganjar Pranowo Terjun Bebas
Keputusan tersebut dianggap kontroversial dan tidak mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat Indonesia.
Kekecewaan masyarakat terhadap sikap Ganjar tersebut membuat popularitasnya dan partai politik yang diusungnya, PDIP, mengalami penurunan.
Para pengamat menganggap bahwa kontroversi tersebut akan terus berdampak negatif pada elektabilitas Ganjar dan PDIP, terutama dalam jangka panjang.
“Reaksi Ganjar yang berkomentar pada isu (Piala Dunia U20), akan mempengaruhi eksternalnya yaitu pemilih. Pemilih cenderung reaktif dalam menentukan pilihan,” jelas Dedi Kurnia Syah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion.
Meskipun demikian, citra Ganjar Pranowo juga disebut mulai membaik pasca melakukan dialog secara langsung dengan salah satu pemain timnas U20 yang gagal tanding, Hokky Caraka.
Sebelumnya Hokky Caraka menyerbu komentar unggahan terakhir dari Ganjar Pranowo. Hal ini karena spontanitas dan rasa kecewa yang dirasakan oleh Hokky Caraka.
Namun, tantangan untuk memulihkan elektabilitas Ganjar dan PDIP tetap besar. Masyarakat Indonesia saat ini cenderung lebih kritis dan memperhatikan sikap dan tindakan para tokoh politik.***