AYOJAKARTA.COM--Jonathan Latumahina sebagai ayah David Ozora korban penganiayaan menyampaikan dengan tegar kepada awak media bahwa putranya tidak bisa kembali seperti semula.
Detail kondisi David Ozora disampaikan oleh Jonathan pada saat ia menghadiri sidang putusan sela anak AG.
Kekerasan yang dilakukan oleh tersangka Mario Dandy Satriyo berakibat fatal kepada David Ozora karena otak David dinyatakan berputar dan putusnya semua saraf-sarafnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV (4/4/2023), Jonathan menyampaikan bahwa David mengalami diffuse axonal injury (DAI) stage 2.
“Penyebabnya adalah trauma keras yang menyebabkan otaknya berputar dan saraf-sarafnya putus semua,” kata Jonathan.
Benturan keras pada otak David membuat ia mengalami kerusakan yang cukup parah pada bagian otak dan saraf.
Perlu diketahui bahwa diantara seluruh bagian tubuh, saraf merupakan bagian tubuh yang membutuhkan waktu paling lama dalam pemulihan apabila terjadi kerusakan.
Penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy terjadi pada 20 Februari 2023, pada saat itu juga David dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma.
Tim medis menyampaikan bahwa kesadaran David berada pada skala 3, sedangkan untuk orang dalam kondisi normal skala kesadarannya adalah 15.
kemudian 8 hari setelah penganiayaan David baru bisa membuka mata, namun meskipun sudah bisa membuka mata tetapi David belum sadar sepenuhnya.
Pada tingkat kesadaran yang sangat rendah tersebut Jonathan menyampaikan bahwa kondisi David sudah seperti orang yang meninggal tetapi masih bernafas.
Meskipun David bisa minum, makan, buang air kecil dan buang air besar tetapi ia belum sadar secara kuantitatif. Artinya David belum bisa berkomunikasi, jadi komunikasi masih satu arah.
Baca Juga: Makin Membaik! Jonathan Latumahina Bagikan Kondisi Terbaru David Ozora: Melangkah Lebih Jauh
Walaupun Jonathan menyampaikan kondisi David dengan tegar tetapi ia juga merasa kecewa begitu mengetahui dampak dari kekerasan yang dialami oleh David. pasalnya membuat putranya ini tidak bisa kembali kembali seperti semula.
David terpaksa tidak bisa sekolah untuk waktu yang tidak bisa ditentukan karena untuk sadar saja David belum mampu.
"Kecewa dengan tindakan ini karena dokter menyatakan bahwa ini tidak akan mampu kembali seperti semula,” kata Jonathan.
“Jadi memang benar benar dia tidak akan bisa sekolah lagi sampai batas waktu yang kita belum tahu,” lanjutnya.
Tim medis di RS Mayapada menyampaikan kepada Jonathan bahwa terapi untuk pemulihan David akan berlangsung dalam 6 bulan –1 tahun.