News

Gaduh Publik Minta DPR Bubar, Mahfud MD: Lebih Baik Punya Parpol dan DPR Meskipun Jelek!

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Senin 03 Apr 2023, 16:41 WIB
Menko Polhukan Mahfud MD

AYOJAKARTA.COM – Polemik terkait transaksi janggal Rp349 Triliun yang diungkap oleh Menkopolhukam Mahfud MD menjadi isu hangat yang diperbincangkan publik akhir-akhir ini.

Rapat dengar pendapat yang sedianya dilakukan agar masalah tersebut semakin terang nyatanya membuat publik semakin geram dengan tingkah para anggota DPR RI.

Baca Juga: Pasca Penganiayaan David Ozora, Mario Dandy Mohon Ampun Tak Mau Dihukum, Ernie Meike Menangis Minta Maaf

Salah satu sosok anggota DPR yang jadi sorotan Arteria Dahlan yang berbicara keras kepada Mahfud MD hingga berniat melaporkannya karena membocorkan data rahasia soal transaksi janggal tersebut.

Publik pun bereaksi keras, sosok Arteria Dahlan menjadi musuh masyarakat hingga banyak netizen yang ingin DPR dibubarkan.

Namun Mahfud MD memiliki pandangan yang berbeda saat banyaknya masyarakat menyampaikan hal tersebut.

Mahfud menegaskan bahwa lebih baik memiliki parpol dan DPR dalam kehidupan bernegara meskipun jelek.

Baca Juga: Informasi Lengkap Syarat Umum dan Khusus Lowongan CPNS 2023 Bagi Lulusan SMA Atau Sederajat, Simak di Sini   

"Banyak orang mengatakan sekarang di medsos bubarkan DPR, bubarkan partai politik. Saudara, itu adalah pilihan yang sangat jelek. Saya ingin tegaskan daripada tidak ada DPR, daripada tidak ada parpol lebih baik kita hidup bernegara ini mempunyai DPR dan mempunyai parpol meskipun jelek," kata Mahfud dikutip AyoJakarta.com dari laman republika.co.id.

Ia juga mencontohkan apa yang pernah terjadi pada seorang Khalifah yang hingga saat ini ajarannya diikuti oleh umat islam yakni Imam Hambali.

Pada saat itu Imam Hambali hidup dalam sistem monarki pada masa khalifah Islamiah, hingga suatu saat ia berbeda pendapat dan akhirnya ia mendapatkan hukuman penjara dan penganiayaan.

"Imam Hambali yang sampai sekarang kita ikuti ajaran fikihnya, dipenjara, dianiaya karena beda pendapat dengan khalifah, dan tidak ada yang berani mengontrol," kata Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud kembali menegaskan bahwa sistem politik di negara ini harus menganut demokrasi dan tidak boleh berubah, sedangkan untuk partai politik dan DPR harus diperbaiki bersama-sama.

"Oleh sebab itu, jangan berpikir dalam situasi sekarang sudahlah berubah negara kita jangan menjadi demokrasi, enggak boleh, harus tetap demokrasi. Pilihannya partai dan DPR harus diperbaiki bersama-sama," ujar Mahfud.

Di akhir pernyataannya Mahfud menjelaskan beberapa hal yang harus diperbaiki terkait parpol yakni tata kelolanya dan proses rekrutmen politisinya, hal ini dikarenakan Parpol merupakan salah satu instrumen konstitusi untuk menjaga negara.***

Artikel ini telah tayang di republika.co.id dengan judul "Mahfud MD: Lebih Baik Punya DPR dan Parpol Meskipun Jelek"

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Aulli R Atmam