News

Soal Batalnya Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Jusuf Kalla Punya Solusi Jitu Tak Perlu Tolak Israel

Oleh: Awit Wiarni Minggu 02 Apr 2023, 06:15 WIB
Jusuf Kalla

AYOJAKARTA.COM - Indonesia yang batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 karena keputusan FIFA menjadi perhatian mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla.

Salah satu alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 disebut-sebut karena adanya penolakan sejumlah gubernur terhadap Israel.

Masalah penolakan dari sejumlah gubernur ini membuat Jusuf Kalla heran karena Presiden Indonesia saja sudah menerima Israel.

Penolakan yang dilakukan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ini membuat Jusuf Kalla menilai bahwa ada ketidakdisiplinan.

Baca Juga: Timnas Sepak Bola U-20 Indonesia Dibubarkan, Wakil Ketua Umum PSSI Sempat Minta Ini ke Shin Tae Yong

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV pada Minggu (2/4/2023), menurut Jusuf Kalla pihak FIFA mengalami kebingungan dengan pemerintah Indonesia dan khawatir dengan keamanan jika gubernur menolak salah satu anggota FIFA.

Terlebih lagi Indonesia memang sudah diragukan sistem keamanannya semenjak ada Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan banyak orang.

Jusuf Kalla mengerti betul bahwa para gubernur yang melakukan penolakan kepada Israel mengacu pada pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 ayat pertama yang berbunyi bahwa kemerdekaan merupakan hak semua bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Oleh karena negara Palestina hingga kini masih belum bisa merdeka dari Israel, maka sejumlah pihak di Indonesia tidak bisa mendukung dan mengizinkan Israel bergabung dalam laga Piala Dunia U-20.

Baca Juga: Tunjukkan Solidaritas pada Indonesia, Bintang Timnas Palestina Angkat Trofi Pakai Jersey Indonesia: Saya...

Jusuf Kalla sendiri sangat mendukung usaha pemberantasan terhadap penjajahan.

Ia menegaskan bahwa untuk mengatasi penjajahan ada dua cara.

Cara yang pertama adalah dengan peperangan dan cara yang kedua adalah dengan cara perundingan perdamaian.

Palestina sudah tiga kali berperang melawan Israel agar bisa merdeka tetapi dalam setiap perangnya, wilayah Palestina menjadi semakin kecil karena kekalahan.

Maka dari itu Jusuf Kalla menilai bahwa penyelesaian melalui peperangan sudah tidak efektif lagi karena akan sangat sulit.

Baca Juga: Piala Dunia U-20 di Indonesia Batal, Jokowi Perintahkan PSSI Siapkan Blueprint dan Jaga Komunikasi dengan FIFA

Jalan perundingan perdamaian menjadi solusi yang lebih masuk akal.

“Jalan satu-satunya ya perundingan, jadi kehadiran itu penting untuk kita semua,” ujar Jusuf Kalla.

Menariknya Jusuf Kalla memiliki pandangan bahwa dengan datangnya Israel ke Indonesia maka bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan dialog dengan Israel mengenai kemerdekaan Palestina.

Jusuf Kalla melihat adanya peluang untuk bisa menegakkan perdamaian kedua negara konflik ini dengan upaya melakukan dialog saat kedatangan Israel, sehingga menurutnya tidak perlu ada penolakan terhadap Israel.

“Jadi kalau Indonesia menerima kehadiran Israel di Piala Dunia U-20 justru menunjukkan peran aktif Indonesia dalam menjalankan hak-hak bangsa Palestina melalui jalur dialog untuk perdamaian kedua pihak,” ujar Jusuf Kalla.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Fathul Amanah