AYOJAKARTA.COM--Tragedi Mercon meledak kembali terjadi dan memakan korban.
Kali ini, ledakan mercon terjadi di wilayah Giriwarno Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Minggu (26/3/2023) malam. Peristiwa yang mengagetkan itu terjadi ketika warga sedang tarawih.
Dari informasi yang diperoleh akibat ledakan mercon tersebut sebanyak 11 rumah dilaporkan rusak berat, 1 korban tewas dan 3 lainnya luka-luka dan langsung dilarikan ke RS.
Peristiwa yang mengenaskan bertepatan di Bulan Ramadan ini menambah daftar panjang tragedi ledakan mercon.
Sebelumnya, pada bulan Februari lalu, ledakan petasan di Dusun Sedeng, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Sebanyak 4 orang tewas akibat peristiwa tersebut, sedangkan 6 orang luka parah.
Baca Juga: Ledakan Mercon di Magelang Hancurkan 11 Rumah dan Tewaskan 1 Orang, Polisi Beri Imbauan Penting
Melansir dari instagram @manaberita, Selasa (27/3/2023), melalui pantauan udara tampak kondisi sejumlah rumah yang mengalami kerusakan cukup parah. Ada yang genting berjatuhan, atap ambrol, dan sebuah rumah tampak hancur total.
Sementara itu berdasarkan hasil olah TKP bersumber dari bahan petasan, ditemukan bahan petasan tersebut terdiri dari sulfur dan bahan lainnya. Akibat ledakan tersebut 11 rumah mengalami kerusakan bervariasi, 5 cukup berat dan 6 lainnya rusak ringan. Adapun 1 korban jiwa adalah pemilik bahan petasan tersebut.
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi menyatakan ledakan berasal dari bahan-bahan mercon.
Baca Juga: Ngeri! Polisi Temukan Potongan Tubuh Korban Tewas Ledakan Petasan di Blitar, Hingga Tercium Bau Ini
"Karena tim kita legkap, dan ini hasilnya eksplosif dari bahan-bahan mercon,potasium ada sulfur, alumunium, ujarnya dilansir dari Youtube Kompas TV Balikpapan.
Selain itu,tandas Kapolda Irjen Ahmad Lutfhi dari sejumlah informasi para saksi diketahui bahwa korban tewas ternyata memesan bahan petasan cukup besar.
"para saksi mengatakan bahwa yang bersangkutan pesan bahan petasan itu 7,5kg yang tadi jadi sumber ledakan," tandasnya.
Atas kasus yang sangat memprihatinkan, sejumlah langkah antipasi dan penegakan telah dilakukan kepolisian.
Polda Jawa Tengah sudah ambil langkah-langkah, misalnya Polresta Banyumas sudah mengungkap hampir 7000 petasan, Polres Batang 2800, Polres Demak 45kg bahan, Kudus 15kg dan masih banyak lainnya.