News

Sempat Jadi Rival, Prabowo Subianto: Negara Lain Bingung Lihat Saya Gabung dengan Jokowi

Oleh: Linda Wati Sabtu 18 Mar 2023, 10:55 WIB
Prabowo Subianto

AYOJAKARTA.COM - Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa ia tidak salah ikut bergabung dalam kabinet Presiden Jokowi.

Sebagaimana diketahui, Prabowo Subianto sempat menjadi rival Presiden Jokowi saat Pilpres pada 2014 dan 2019.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompastv pada Sabtu, 17 Maret 2023 Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya bersyukur dapat bergabung dengan Jokowi.

Baca Juga: Waduh! Berkoalisi dengan Gerindra, PKB Ternyata Tak Sudi Prabowo-Ganjar Maju Pilpres 2024

“Saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak salah, saya bergabung dengan Presiden Joko Widodo, bukan saja saya merasa tidak salah, sekarang saya merasa bersyukur dan saya merasa bangga telah bergabung dengan Presiden Joko Widodo,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyampaikan bahwa negara lain pun bingung kepadanya.

Bangsa lain tidak menyangka bahwa dua rival dalam Pilpres dapat bersatu. 

Baca Juga: Prabowo Dengan Lantang Memuji Presiden Jokowi Yang Selalu Selalu Memikirkan Rakyat Kecil

“Saya sebagaimana mungkin kalian ketahui saya dulu rivalnya Pak Jokowi, tapi itulah disitu, bangsa lain, negara lain bingung lihat bangsa Indonesia, bagaimana bisa dia rival, dua tokoh kok begitu selesai pertandingan kok jadi satu,” kata Menteri Pertahanan.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Istighasah dan Doa bersama Rabithah Melayu-Banjar, di Tabalong, Kalimantan Selatan, pada Jumat, 17 Maret 2023.

Menurut keterangannya, negara lain sulit bagi dua partai besar yang beradu dalam Pilpres dapat bersatu.

Baca Juga: Jokowi Beri Sinyal Restui Prabowo-Ganjar di Pilpres 2024, tapi Gerindra dan PDIP Bikin Keduanya Sulit Bersatu?

Ia juga menyampaikan bahwa negara Amerika yang bahkan disebut sebagai tempat lahirnya demokrasi pun sulit untuk bersatu dengan rivalnya.

“Sampai sekarang di Amerika Serikat saja yang katanya embahnya demokrasi, lahirnya demokrasi sekarang dua partai besar kalau masuk ruangan katanya lihat-lihatan tidak mau duduk bersama,” katanya.

Sehingga Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain.

Baca Juga: Wah! Ramai Disebut Menjodohkan Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto, Jokowi Bantah: Itu Kebetulan Saja

Bahwa jika untuk kepentingan rakyat tidak penting jabatan apa yang diterima, karena yang diutamakan adalah kepentingan bangsa dan negara.

“Kita memberi contoh sekarang banyak negara-negara lihat ke kita kalau sudah unuk kepentingan rakyat, kalau sudah untuk kepentinhan bangsa dan negara kita akan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dan rakyat,” ujarnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Desi Kris