AYOJAKARTA.COM. - Mantan pimpinan PPATK Susno Duadji turut menanggapi soal harta kekayaam Rafael Alun Trisambodo yang dianggap tak wajar.
Harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo dianggap tidak wajar mengingat dirinya seorang pejabat pajak.
Bahkan 40 rekening telah diblokir terkait dengan Rafael Alun Trisambodo.
Baca Juga: Sebatang Kara! Rafael Alun Trisambodo Belum Jenguk Mario Dandy, Sibuk Urus Harta Kekayaan dengan KPK
Kendati demikian, KPK belum juga menetapkan seorang ayah Mario Dandy sebagai tersangka dugaan pencucian uang.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Rabu, 14 Maret 2023 Susno Duadji mengungkap bahwa Rafael Alun akan sulit lolos dari kejaran KPK.
Hal itu karena telah adanya rekam jejak transaksi keuangannya yang telah tercatat pada perbankan.
“Kalau untuk lolos sangat sulit, karena jejak elektronik daripada transaksi keuangan itu sudah terekam di perbankan,” kata Susno Duadji.
Baca Juga: Dendam Terbalaskan, Ayah David Hajar Mario Dandy Habis-habisan? Ini Kronologi dan Faktanya!
Susno Duadji juga juga mengatakan bahwa membuktikan kejanggalannya pun mudah dilakukan.
“Untuk membuktikannya sangat mudah, untuk mengubah laporan transaksi keuangan yang merupakan laporan intelijen dari PPATK menjadi alat bukti itu sangat mudah,” ujarnya.
Namun menurutnya yang sulit bukanlah pembuktiannya, melainkan terkait keamanan harta kekayaan yang disimpan.
“Tetapi yang sulit diamankan adalah uangnya atau harta kekayaan itu kalau rumah kan bisa dijual, mobil atas nama orang lain bisa dijual,” ujarnya.
Kendati demikian, meskipun pelaku dugaan pencucian uang menyembunyikan hasil kejahatannya, maka pidananya tidak akan hilang.
“Tetapi pidananya tidak hilang karena menyembunyikan asal usul atau menyembunyikan hasil atau menyamarkan atau membelanjakan terhadap hasil kejahatan itu, itulah tindak pidana pencucian uang,” kata Susno Duadji.
Informasi tambahan, sebelumnya PPATK juga sempat menyampaikan bahwa mengetahui adanya uang senilai Rp37 miliar milik Rafael yang disimpan pada safe deposit box.
“Ya kalau nilainya itu kita rupiahkan sekitar Rp37 miliar yah, jadi uang itu dalam bentuk mata uang asing dolar Singapore dan dolar Amerika,” kata Natsir Kongah, Humas PPATK yang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.***