AYOJAKARTA.COM – Setiap orang pasti memiliki cerita dan kenangan manis pahit selama hidup, tak terkecuali dengan Irish Bella.
Nama Irish Bella sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya kalangan anak muda.
Irish Bella merupakan aktris Indonesia keturunan Belgia yang sudah melalang buana di televisi nasional.
Baca Juga: Bestie Banget dengan Sang Ibu, Irish Bella Ingin Seperti Itu Juga dengan Anak-anaknya
Diketahui, Irish Bella sudah berkarir di dunia entertainment sejak masih berusia remaja, yakni 14 tahun.
Meski kini kehidupannya tampak bahagia berkat kerja kerasnya, rupanya Irish Bella pernah berada di masa-masa pahit.
Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube Merry Riana pada Selasa, 14 Maret 2023, Irish Bella mengaku bahwa ia pernah menjadi korban bully saat masih menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
Pernah dibully di usa muda, Irish mengaku bahwa kejadian tersebut berdampak pada dirinya hingga saat ini.
“Dibully dalam umur yang masih muda sampai hari ini tuh masih berdampak banget pada diri aku. Kayak kadang muncul rasa insecure di dalam beberapa situasi. Karena mungkin saat masa kecil aku itu nggak bisa, belum berdamai mungkin dengan itu,” kata Irish, dikutip AyoJakarta.com pada Rabu, 15 Maret 2023.
Kemudian, Irish mengungkapkan bahwa saat itu, ia kerap dibully karena memiliki paras bule.
Selain itu, memiliki nama yang panjang dan unik juga kerap menjadi bahan bully oleh teman-temannya.
“Walaupun sebenarnya saat itu kak aku tuh beda sendiri di sekolah, aku tinggal di Cirebon dulu dan aku tuh bule sendiri di kelas itu. Dan karena aku berbeda sendiri aku rambutnya pirang sendiri, itu aku dibully karena itu,” ungkapnya.
“Dan nama aku yang susah tadi itu tuh diubah menjadi kata-kata kasar gitu. Itu momen yang nggak bisa aku lupakan,” sambungnya.
Baca Juga: Mengharukan! Kutip Ayat Alquran, Irish Bella Banjir Dukungan Pasca Ammar Zoni Terjerat Kasus Narkoba
Pernah merasakan menjadi korban bully, tentu membuat Irish ingin sekali mendidik anak-anaknya dengan baik.
Irish mengaku bahwa ia ingin anak-anaknya bisa menghargai orang lain dan tidak menjadi seorang pembully.
“Makanya itu yang kaya aku pengen jaga banget di anak-anakku karena aku udah pernah ngelewatin itu. Supaya mereka kalau bisa di sekolah bisa menghargai, semua orang tuh punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, supaya sebisa mungkin anak-anakku jangan sampai menjadi seorang bully,” tutupnya.***