News

Sejarah Lahirnya Hari Raya Nyepi, Ternyata Bermula dari Pertikaian yang Berujung pada Keharmonisan

Oleh: Karseno AJ Senin 13 Mar 2023, 20:48 WIB
Hari Raya Nyepi

AYOJAKARTA.COM – Perayaan hari raya Nyepi merupakan perayaan menyambut pergantian tahun baru Caka.

Tujuan perayaan hari Nyepi adalah sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan untuk menyucikan Bhuana Alit atau Mikro kosmos serta Bhuana Agung atau Makro kosmos.

Meski setiap tahun dijadikan perayaan, namun tidak sedikit masyarakat yang memahami sejarah hari Nyepi.

Baca Juga: Viral! Ada Ayah Nemenin Anaknya Nonton Bareng Konser BLACKPINK di GBK, Warganet Bilang The Best Super Dad!

Sejarah perayaan hari Nyepi di Bali berasal dari tanah India, di mana India saat itu sering terjadi pertikaian antara suku bangsa.

Suku bangsa yang sering terlibat pertikaian dengan kemenangan silih berganti antara lain dilakukan bangsa Saka, Yuefi, Fayafa, Malaya, serta Yafana.

Akibat pertikaian yang terus menerus tersebut, suasana kehidupan sosial serta keagamaan menjadi terhambat dan menemui banyak persoalan.

Meski pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan oleh bangsa Saka, namun dengan kemenangan tersebut persatuan mulai terwujud.

Baca Juga: Bharada E Nyaris Meninggal Setelah LPSK Cabut Status Perlindungannya! Begini Kronologi Kejadian dan Faktanya!

Sampai kemudian pada bulan Maret tahun 78 Masehi, Raja menetapkan sistem kalender Saka sebagai kalender kerajaan.

Sejak penetapan kalender Saka dan kedamaian telah terwujud, perkembangan ajaran agama Hindu mulai menyebar ke wilayah lain, termasuk sampai akhirnya ke Bali.

Perjalanan Hindu sampai ke Nusantara dimulai dari datangnya Aji Saka ke wilayah Desa Waru, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah pada tahun 456 Masehi.

Kedatangan Aji Saka ke wilayah Jawa membawa misi untuk memperkenalkan sistem kalender Saka kepada masyarakat di tanah Jawa ketika itu.

Dalam proses penyebarannya, terjadi konflik dari dua orang Pengikut atau Caraka Aji Saka yang memiliki kesetiaan, kesaktian, serta keteguhan seimbang.

Kedua Caraka tersebut kemudian mengalami kematian di waktu bersamaan, sehingga diriwayatkan menjadi cikal bakal aksara Jawa.

Hanacaraka, Datasawala, Padajayanya, Magabanga, dua Cakra bertarung kesetiaan, kesaktian, serta keteguhan, hingga keduanya binasa secara bersama.

Di jaman kerajaan Majapahit, sistem Kalender Saka diabadikan oleh Mpu Prapanca dalam kitab Negarakertagama.

Sedangkan bagi masyarakat Hindu di Bali, perayaan hari Nyepi dilaksanakan berdasarkan petunjuk yang tertulis dalam Lontar Sundarigama dan Sang Aji Swamandala.

Perayaan Hari Nyepi bagi masyarakat Hindu Bali dirayakan setiap tahun di Bulan Maret atau di awal bulan April.

Dalam pelaksanaannya, hari Raya Nyepi kerap dilakukan serangkaian kegiatan upacara yang dilakukan sebelum dan setelah hari Nyepi.

Nyepi menjadi puncak ritual peribadatan bagi masyarakat Hindu, dimana dalam perayaannya terkandung nilai penyucian baik pribadi maupun alam semesta.

Demikian sejarah hari Nyepi yang telah dirangkum Ayojakarta pada Senin, 13 Maret 2023 dari kanal Youtube Info Dewata.***

Reporter Karseno AJ
Editor Aulli R Atmam